Breaking News:

Menuju Kawasan Tugu Yogyakarta Bebas Kabel, Legislatif : Lanjutkan di Jalan-jalan Protokol

Menuju Kawasan Tugu Yogyakarta Bebas Kabel, Legislatif : Lanjutkan di Jalan-jalan Protokol

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Proyek penataan kawasan tugu masih berlangsung, Senin (12/10/2020). Nantinya, kabel-kabel yang melintang akan dipindahkan ke bawah tanah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Langkah Pemkot Yogyakarta yang mulai menerapkan sistem ducting mendapat dukungan dari kalangan legislatif.

DPRD juga mendorong, upaya itu bisa mencakup penyiapan sarana-prasarana lainnya, seperti kebutuhan energi, listrik, gas, hingga sambungan telepon.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Danang Rudiyatmoko mengatakan sistem ducting yang terintegrasi dan terletak di dalam tanah tersebut, sudah menjadi kebutuhan mutlak. 

Pasalnya, hal itu merupakan bagian dari upaya yang harus ditempuh oleh Pemkot, menuju tatanan perkotaan modern.

"Ya, sarana-prasarana itu harus terintegrasi di dalam tanah melalui sistem ducting. Sudah selayaknya Yogyakarta ini jadi kota berperadaban modern," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi upaya Pemkot yang tengah melakukan penataan kawasan Tugu Pal Putih dengan memindahkan deretan kabel yang mengganggu estetika ke dalam tanah.

Tapi, ia berharap, langkah serupa juga bisa dilanjutkan di jalan-jalan protokol Yogyakarta.

Baca juga: Tonjolkan Estetika Kawasan Tugu Pal Putih, Pemkot Yogya Pindahkan Kabel ke Bawah Tanah

Upaya tersebut, dapat dilakukan Pemkot, dengan membuat peta sistem ducting secara menyeluruh.

Peta itu, bahkan bisa disinergikan dengan pembangunan saluran air hujan (SAH). Dengan begitu setiap revitalisasi SAH yang dilakukan, sekaligus difungsikan sebagai sarana ducting.

"Penataan seperti ini harus segera dimulai. Kami di dewan siap mendukung ya, karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat banyak," tandas Danang.

Ia menilai, Yogya layak menjadi kota warisan dunia dengan banyaknya heritage dan cagar budaya, sehingga diharapkan tak ada lagi infrastruktur yang menghalangi pemandangan.

Menurutnya, kenyamanan warga dalam menikmati ruang publik adalah salah satu ciri tata kota yang maju.

"Supaya ruang publik bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh warga dan siapa saja yang berkunjung. Ukuran modern bukan terletak pada kemegahan, tapi bagaimana hak-hak publik terfasilitasi dengan baik," cetusnya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved