Breaking News:

Cerita Langgar Kuno Kyai Raden Santri Magelang Ditemukan Terkubur Tanah

langgar kuno peninggalan Kyai Raden Santri di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang

Tribunjogja.com | Rendika Ferri K
Warga menunjukkan lokasi penemuan kayu-kayu yang diduga bagian bangunan dari masjid kuno peninggalan Kyai Raden Santri di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (11/10/2020). 

Kayu-kayu itu tampak masih kokoh, meski sudah melintasi periode waktu dan terkubur sangat lama di dalam tanah. Panjang seperti usuk dan kokoh layaknya blandar yang menyambung tiang-tiang. Kayu-kayu itu konon adalah bagian dari sebuah bangunan yang penting di masanya. Material yang diduga bagian dari sebuah bangunan masjid atau langgar kuno berusia ratusan tahun peninggalan Kyai Raden Santri.

Warga menunjukkan lokasi penemuan kayu-kayu yang diduga bagian bangunan dari masjid kuno peninggalan Kyai Raden Santri di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (11/10/2020).
Warga menunjukkan lokasi penemuan kayu-kayu yang diduga bagian bangunan dari masjid kuno peninggalan Kyai Raden Santri di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Minggu (11/10/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

Laporan Tribunjogja.com | Rendika Ferri K

KAYU kayu itu ditemukan di Dusun Kolokendang, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Material yang telah lama terkubur di dalam tanah dan genangan air itu digali, diangkat dan akan dibangkitkan menjadi masjid kembali.

Awal penemuan masjid yang terkubur ini sudah sejak puluhan tahun silam. Pertama itu sekitar 25 tahun lalu, salah satu warga sedang membuat sebuah kolam dan menemukan kayu saat menggali tanah. Namun, setelah itu penggalian tak diteruskan.

Puluhan tahun sesudahnya, tepatnya pada Jumat (9/10) lalu, warga menggali lokasi itu kembali. Mereka menemukan kayu-kayu bagian bangunan masjid di kedalaman 3-4 meter. Kayu-kayu yang ditemukan berupa usuk dan blandar dengan panjang 4-6 meter.

Minggu (11/10) ini, warga bersama Pemerintah Desa Ngawen dan tokoh masyarakat melaksanakan doa bersama di lokasi penemuan.

Menurut cerita warga setempat, masjid tersebut adalah peninggalan Kyai Raden Santri, tokoh agama dan penyebar agama islam di sana. Sekitar 350 tahun yang lalu, ia melaksanakan tirakat maupun tetirah di Dusun Kolokendang dan membangun langgar atau masjid di sana.

Dusun Kolokendang ini termasuk salah satu dusun tertua di Muntilan dan menjadi cikal bakal sejarah wilayah setempat.

"Cerita dari nenek moyang turun temurun bahwa di Dusun Kolokendang, ada sebuah masjid peninggalan Kyai Raden Santri, tetapi masjid itu sudah ambles. Mustaka atau atap kubahnya tersisa masih ada di Kuncen," kata Kepala Desa Ngawen, Daru Aksari, diwawancara di lokasi penemuan, Minggu (9/10).

"Penemuan yang pertama 25 tahun yang lalu, ketika itu yang punya tanah Pak Dirjo menggali untuk membuat kolam, ternyata di situ ada kayu-kayu itu, tetapi akhirnya ditimbun lagi. Jumat kemarin digali kembali dan menemukan kayu-kayu itu," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved