Breaking News:

Liga Indonesia

Seto Nurdiyantoro Utak-Atik Skema Permainan PSIM Yogyakarta

Juru taktik asal Kalasan ini terus memantapkan strategi sembari berharap segera ada kejelasan soal nasib kompetisi musim ini.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Dua pemain belakang PSIM Yogyakarta, Jodi Kustiawan dan Purwaka Yudi mengawal pergerakan pemain depan Rajawali FC Gunungkidul pada uji tanding di Stadion Mandala Krida, Sabtu (9/10/2020) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Penundaan restart Liga 2 2020 tak dipungkiri memberi dampak pada tim yang sebenarnya sudah siap berkompetisi mulai Oktober 2020 ini.

Namun di sisi lain, penundaan ini sekali sekaligus memberi waktu lebih panjang bagi tim untuk memantapkan permainannya ketika kompetisi rencananya kembali digulirkan November 2020 mendatang.

Penundaan jadwal ini pula yang kini dimaksimalkan pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro.

Juru taktik asal Kalasan ini terus memantapkan strategi sembari berharap segera ada kejelasan soal nasib kompetisi musim ini.

Seperti pada uji tanding kontra Rajawali FC Gunungkidul, Sabtu (9/10/2020) lalu di Stadion Mandala Krida. Secara level permainan klub berjuluk Laskar Mataram memang jauh di atas lawan.

Sembilan gol pun bersarang ke gawang lawan.

PSIM Yogyakarta Cukur Rajawali FC Gunungkidul di Laga Uji Tanding

Bukan soal hasil pertandingan, namun ada hal menarik pada uji tanding tersebut, yakni Seto bereksperimen memainkan dua skema berbeda pada masing-masing babak.

Pada babak pertama, Seto memainkan skema 4-2-3-1, atau skema yang biasa ia terapkan.

Ia menurunkan Crah Angger, Kurniadi, Al Rizqy, dan Risman Maidullah di kuartet lini belakang. 

Namun pada paruh kedua, Seto merombak skema permainan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved