Breaking News:

Kepala Bappenas Tinjau Sarana Prasarana di Yogyakarta International Airport (YIA)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa melakukan peninjauan

Tribunjogja/ Sri Cahyani Putri
Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa saat meninjau sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara YIA Minggu (11/10/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa melakukan peninjauan sarana dan prasarana yang terdapat di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) pada Minggu (11/10/2020).

Ia memiliki harapan besar untuk PEN di YIA karena bandara tersebut melayani penerbangan internasional dan menjadi titik kumpul logistik dari selatan di Jawa khususnya Jawa Tengah.

"Jadi jika ada produk-produk yang berorientasi ekspor harus dengan cepat ditangani. Dengan demikian implikasi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah bagian selatan akan tinggi," katanya.

Pengetatan Protokol Kesehatan pada Masa Kampanye Pemilihan

Harga dan Permintaan Naik, Pemda DI Yogyakarta Berencana Mendatangkan Cabai dari Luar Daerah

Dengan tingginya mobilitas tersebut dengan sendirinya akan memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat.

Selain itu, terkait dengan pariwisata di masa pandemi Covid-19 lebih mengandalkan quality tourism.

Hal itu untuk mendorong rombongan wisata dengan kapasitas kecil atau family tourism bukan secara rombongan.

Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa saat meninjau sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara YIA Minggu (11/10/2020).
Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa saat meninjau sarana dan prasarana yang terdapat di Bandara YIA Minggu (11/10/2020). (Tribunjogja/ Sri Cahyani Putri)

"Di Yogyakarta sendiri saya lihat banyak sekali yang tumbuh berkembang dan menjadi daerah yang atraktif baik dari natural alam, culture peninggalan masa lalu yang masih diikuti. Ini menjadi sesuatu yang menarik bagi tourism dan banyak sekali yang saya lihat kreasi-kreasi yang dibuat oleh masyarakat disini," katanya.

Lebih lanjut, PTS General Manager YIA Agus Pandu Purnama mengatakan yang paling dibutuhkan oleh bandara yakni aksesibilitas.

PKL Malioboro Lakukan Pendataan Kerugian Seusai Demo yang Ricuh

Masih Ada Toko Modern di Bantul yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

Bahkan beberapa maskapai asing maupun internasional selalu menanyakan terkait jalan bebas hambatan untuk menuju kota maupun destinasi sehingga ini menjadi catatan untuk penerbangan internasional.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved