Breaking News:

LIga Indonesia

Kompetisi Belum Jelas, Pemain PSS Diminta Tetap Fokus Jaga Kondisi

PSS Sleman terus melakukan latihan intensif yang digelar secara tertutup di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS).

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Media Official PSS Sleman
Penggawa PSS Sleman saat menjalani latihan rutin di Lapangan YIS, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah belum adanya kepastian soal lanjutan kompetisi sepak bola Tanah Air, PSS Sleman terus melakukan latihan intensif yang digelar secara tertutup di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS).

Di samping menggelar latihan intensif, tim pelatih PSS juga tengah mengagendakan uji tanding.

Namun, sejauh ini belum diketahui calon lawan, tempat serta kapan uji tanding akan digelar.

"Tim akan diberi jatah libur setelah uji tanding. Tapi sejauh ini uji tanding baru rencana," ujar dokter tim PSS, Elwizan Aminuddin.

PSS Sleman Nilai Penundaan Kompetisi Berimbas Pada Timnas

"Yang jelas sejauh ini penggawa PSS dalam kondisi baik secara fisik, kesehatan dan protokol kesehatan tetap kita jalankan meski kompetisi belum jelas. Pastinya saya bersama staff coach selalu menganjurkan protokol kesehatan jangan dianggap sepele, serta mengimbau pemain untuk menjaga kondisi fisik dan mental mereka meski liga belum jelas," tambahnya.

Pria yang akrab disapa dokter Amin ini pun menyampaikan beberapa poin wejangan kepada pemain misal kemungkinan terburuk yakni kompetisi musim 2020 batal digulirkan.

"Walaupun pandemi belum berakhir, olahraga adalah nomor satu. Karena dengan olahraga imunitas kita akan terjaga, dan itu salah satu kunci melawan Covid-19. Mereka (pemain) tetap menjaga kebugaran mereka dengan tetap ke gym, olahraga lainnya di tempat yang aman. Harus tetap profesional menjaga kebugaran mereka, pola makan, menjaga pola istirahat mereka," ujar dokter Amin.

Guilherme Batata Tegaskan Komitmennya Bersama PSS Sleman

"Ketika libur, pemain harus menjaga kebugaran dengan tetap berolahraga minimal 30 menit setiap hari, 60 menit lebih baik.Asal dilakukan di area yang safe, yang tidak terlalu ramai, tetap jaga jarak," tambahnya.

Kemudian, lanjut dokter Amin, yang tak kalah penting ialah tetap menjaga pola makan serta pola istirahat.

"Mereka tetap harus menjaga asupan makanan karena itu menjadi momok terbesar. Jangan makanan makanan yang terlalu berminyak, pedas apalagi. Saran saya, selama di rumah karbohidrat dijaga, asupan protein dijaga, sebab itu asupan yang paling menentukan kelangsungan kondisi fisik mereka selama mereka di rumah," ujarnya.

"Berikutnya pola istirahat. Jangan mentang-mentang diliburkan, mereka seenaknya. Yang seharusnya tidur delapan jam, mereka hanya tidur kurang dari delapan jam, dan ini sangat tidak baik untuk mereka sendiri," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved