Bisnis

Harga Cabai Konsumsi di DIY Naik 30 Persen

Harga cabai konsumsi mengalami kenaikan cukup signifikan hingga 30 persen di beberapa pasar tradisional pada awal pekan Oktober 2020 ini.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Cabai merah keriting dijual di pasar tradisional, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY mencatatkan harga komoditas hortikultura di DIY khususnya cabai konsumsi mengalami kenaikan cukup signifikan hingga 30 persen di beberapa pasar tradisional pada awal pekan Oktober 2020 ini.

Kenaikan harga cabai konsumsi tersebut dipicu kurangnya pasokan karena petani masih masuk musim tanam.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Apriyanto saat dihubungi Senin (5/10/2020) menyampaikan ketersediaan cabai konsumsi di pasaran sangat minim karena masih memasuki musim tanam di DIY.

Dengan demikian harga cabai konsumsi mulai mengalami kenaikan cukup signifikan saat ini.

Petani Cabai di Kalasan Mengolah Cabai Agar Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Harga cabai merah keriting naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 27.300/Kg dan cabai merah besar naik dari Rp 25.300 menjadi Rp 24.300/Kg.

"Prediksinya harga cabai konsumsi baru akan landai sekitar November 2020 karena memasuki musim panen," jelasnya.

Ketersediaan produk cabai konsumsi di pasaran DIY sudah berkurang maka mempengaruhi harga.

Namun, ia menekankan bahwa meski harga cabai mengalami kenaikan yang signifikan, angka itu masih dalam batas kewajaran.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah yang naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 24.300/Kg.

Tetapi kenaikan tersebut masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 32.000/Kg.

KWT Melati di Kulon Progo Olah Berbagai Jenis Cabai Agar Tetap Diminati Konsumen

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved