Breaking News:

Bisnis

Ekspansi Kredit Penempatan Dana Bank Himbara di DIY Capai Rp1,6 Triliun

Ekspansi kredit dana pemerintah Bulan September meningkat bila dibandingkan dengan Agustus 2020 senilai Rp1,2 triliun.

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Tribunjogja/Kurniatul Hidayah
Kepala OJK DIY Parjiman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan ekspansi kredit dana pemerintah yang ditempatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah mencapai Rp1,6 triliun pada September 2020.

Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan Agustus 2020 senilai Rp1,2 triliun.

Ketua OJK DIY, Parjiman mengatakan, penyaluran dana pemerintah yang ditempatkan di bank himbara merupakan program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan pemerintah untuk mendongkrak perekonomian.

"Pihak kami terus mendukung untuk akselerasi penyaluran kredit khususnya bagi pelaku usaha. Terhitung hingga September 2020 jumlah penerima manfaat mencapai 29.292 debitur. Jumlahnya  mengalami perkembangan dibandingkan periode bulan sebelumnya yang hanya mencapai 19.735 debitur," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (05/10/2020).

OJK dan Kemendes PDTT akan Lakukan Penguatan Keberadaan BUMDes

Alokasi dana PEN di atur dalam peraturan kementerian keuangan (PMK) nomor 104/PMK/05./2020 tentang Penempatan Dana dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi.

Penyaluran kredit penempatan dana di wilayah Yogyakarta melalui empat bank pelat merah yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) , PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Kemudian, ditambah dengan BPD DIY yang dipercaya untuk mengelola dana pemerintah sebesar Rp1 triliun.

"Empat bank pelat merah yang ada di wilayah Yogyakarta target realisasi ditentukan oleh kantor pusat masing-masing bank. Sedangkan, BPD DIY rencana distribusinya ditargetkan mencapai Rp2,4 triliun," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau agar perbankan mengakselerasi pemberian kredit untuk mendorong sektor riil dalam pemulihan ekonomi.

"Pihak kami tetap optimis prospek pertumbuhan kredit pada industri perbankan akan tetap tumbuh positif dengan memanfaatkan dana yang disiapkan pemerintah dalam program PEN," tandasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved