Yogyakarta

Mahasiswa Desak Pemerintah Fokus dan Komitmen Selesaikan Persoalan Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang pemerintah dinilai abai dalam melaksanakan tugasnya.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Koalisi Masyarakat Resah yang terdiri dari sekumpulan mahasiswa dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta berunjuk rasa di depan Balaikota Yogyakarta, Jumat (2/10/2020) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Koalisi Masyarakat Resah yang terdiri dari sekumpulan mahasiswa dan organisasi ekstra kampus di Yogyakarta mendesak pemerintah untuk fokus melakukan penanganan sejumlah isu yang belakangan menghangat di masyarakat.

Hal itu disuarakan dalam demonstrasi bertajuk Kusumanegara Berdering yang digelar di depan Balai kKota Yogyakarta, Jumat (2/10/2020) sore. 

Dengan mengusung sejumlah poster tuntutan, demonstran yang berjumlah puluhan itu bergantian melakukan orasi sambil memblokade jalan raya.

Usai berorasi, massa bergerak melakukan long march ke pertigaan Kusumanegara sambil membentuk lingkaran sambil menyanyikan sejumlah lagu perjuangan. 

Ini Tuntutan Peserta Aksi Long March Berbagai Organisasi di Kantor Kemenag Klaten

Juru Bicara Koalisi Masyarakat Resah, Asfar Yakib Untung mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang pemerintah dinilai abai dalam melaksanakan tugasnya.

Hal itu terlihat dengan kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang tak kunjung menunjukkan hasil yang maksimal. 

Ada sejumlah tema yang diangkat pihaknya dalam kesempatan itu, yakni penolakan RUU Omnibus Law, menuntut pemerintah menunda penyelenggaraan Pilkada serentak, copot Menteri Kesehatan, serta meminta pemerintah untuk fokus dan komitmen dalam upaya penanganan pandemi Covid-19

"Apabila RUU Cipta Kerja Omnibus Law tetap disahkan tanpa mengindahkan kritik yang diberikan serta kemudian memperbaiki muatan-muatan yang bermasalah, rakyat Indonesia akan menjadi korban kesewenang-wenangan pemerintah," kata Asfar. 

Di sisi lain, menurut dia hingga saat ini, pemerintah belum bisa mengatasi pandemi Covid-19 serta dampak yang ditimbulkan.

Hal itu dibuktikan dengan tren penyebaran dan kenaikan angka kasus Covid-19 yang cukup tinggi di Indonesia. 

Aksi Simpatik Mitra Gojek dan Gocar Solo, Cegah Covid-19, Bagikan Masker dan Selebaran Edukasi

Selain itu, jumlah tenaga kesehatan yang gugur juga terus meningkat imbas dari kasus yang tak kunjung mereda.

Lain hal, dampak yang terjadi akibat dari pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi juga cukup mengkhawatirkan.

"Ketidakseriusan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini, akan menjadi bom waktu yang siap kapan saja bisa meledak dan memperparah keadaan di Indonesia," ucapnya.

Asfar melanjutkan, pihaknya juga sangsi terhadap keamanan penyelenggaraan Pilkada serentak yang bakal dihelat di 270 wilayah di seluruh Indonesia.

Pandemi yang tak kunjung membaik disinyalir bakal menimbulkan klaster baru bagi penyebaran virus. 

"Angka penyebaran kasus Covid-19 yang belum mengalami tren penurunan menjadi ancaman nyata bagi calon pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya. Pelaksanaan rangkaian Pilkada serentak menimbulkan potensi munculnya klaster baru penyebaran virus, yang mana hal tersebut sangat mengancam keselamatan dan kesehatan rakyat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved