Breaking News:

Nasional

Pengamat UMY Nilai Parpol Berasas Agama Miliki Historis Buruk di Panggung

Secara historis, partai Islam di Indonesia banyak yang menelan pil pahit kekalahan baik di tataran pemilu maupun persaingan kursi legislatif.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Tunjung Sulaksono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Meski berasas keislaman, partai besutan Amien Rais yang baru saja dideklarasikan tetap saja punyai peluang yang sama dengan partai-partai lain untuk meraih suksesnya.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Tunjung Sulaksono.

Secara historis, partai Islam di Indonesia banyak yang menelan pil pahit kekalahan baik di tataran pemilu maupun persaingan kursi legislatif.

Meski hampir 80 persen penduduk di Indonesia mayoritas muslim, namun hal tersebut tidak menjamin partai Ummat yang didirikan Amien Rais mudah melenggang dengan membawa banyak dukungan.

Amien Rais Deklarasikan Partai Ummat

"Belum tentu. Meski mayoritas penduduk Indonesia 80 persen, faktanya banyak partai-partai islam tumbang," katanya, saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (1/10/2020).

Ia menambahkan, bobot partai Islam dan Nasionalis untuk saat ini sudah merata.

Masyarakat menurut Tunjung sudah mampu menilai kondisi partai dan orang-orang di dalamnya.

Selain itu, faktor pengetahuan dan pemahaman antara masyarakat Islam tiap-tiap daerah berbeda.

Hal itu lah menurut dia, cukup sulit untuk partai baru meski asas politiknya mengatasnamakan Islam.

"Apalagi saat ini kasus korupsi juga banyak yang lahir dari partai politik berasaskan Islam. Masyarakat sudah pintar menilai saya kira. Dan kekuatan partai nasional dengan partai agama sekarang merata," tegas dia.

Partai Baru Bentukan Amien Rais Bukan PAN Reformasi, Ini Petunjuknya

Ia melanjutkan, hal terburuk jika melihat dari historis partai politik di Indonesia, partai yang identitas politiknya berbasis agama hanya akan menjadi sebuah utopus belaka.

Hal itu pun menurut Tunjung dapat terjadi pada partai Ummat yang dibangun oleh Amien Rais tersebut.

"Meski faktor kekuatan agama Islam ini besar, namun kebanyakan ya itu akan menjadi utopus belaka jika sudah pada ranah politik," terang dia.

Ia melihat pendiri partai di antaranya Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subianto, dan Surya Paloh cukup sukses dengan partai besutan yang arahnya lebih luas karena tidak terlalu berasas agama. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved