Kepala BPS: Pemulihan Sektor Pariwisata Bergantung Penanganan Kesehatan

pemulihan sektor pariwisata sangat bergantung pada penanganan kesehatan, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain

Editor: Victor Mahrizal
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Kepala BPS RI, Suhariyanto 

TRIBUNJOGJA.COM -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengatakan pemulihan sektor pariwisata sangat bergantung pada penanganan kesehatan, baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. 

“Tanpa adanya penanganan kesehatan yang baik, akan banyak orang yang ragu untuk berwisata,” kata Suhariyanto, seperti dilansir Kontan, Kamis (1/10/2020).

Seperti diketahui, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terdampak Covid-19 secara masif. Salah satunya tercermin dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masih melandai.

Menurut Suhariyanto, pemulihan sektor pariwisata akan membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, Suhariyanto mengajak untuk bersama-sama melakukan terobosan, terutama untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah berjalan sehingga bisa meminimalkan kurva peningkatan Covid-19. 

“Pariwisata akan butuh recovery yang sangat panjang. Ini bukan berarti kita harus apatis, tapi kita harus buat terobosan,” tegasnya. 

Sementara itu, BPS mencatat, pada bulan Agustus 2020 jumlah kunjungan wisman sebesar 165.000 kunjungan. Jumlah ini memang meningkat 4,45% dari bulan sebelumnya yang sebesar 157.900 kunjungan.

Akan tetapi, ia mengungkap jumlah kunjungan yang meningkat bukanlah kunjungan wisman dalam rangka berwisata, tetapi lebih ke kunjungan bisnis, seperti bekerja, bertugas, maupun ada misi tertentu. 

Angka kunjungan Agustus 2020 bila dibandingkan dengan kunjungan pada bulan Agustus 2019 yang sebesar 1,53 juta kunjungan, masih terkontraksi 89,22% yoy.  (*)

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved