Bisnis

Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Akhir September

alam penghujung September 2020 masih terjadi fluktuasi harga pada beberapa bahan pokok pangan (bapok) di sejumlah pasar tradisional di DIY.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Pedagang cabai di pasar tradisional Bantul sedang menata dagangan cabai beberapa waktu lalu 

TRIBUNJOGJA.COM - Dalam penghujung September 2020 masih terjadi fluktuasi harga pada beberapa bahan pokok pangan (bapok) di sejumlah pasar tradisional di DIY, khususnya komoditi hortikultura.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Apriyanto menyatakan fluktuasi harga komoditi hortikultura tersebut disebabkan tengah memasuki musim tanam sehingga produksi berkurang dan dari segi permintaan pembeli cenderung landai.

Yanto menjelaskan, secara umum perkembangan harga bapok pangan masih dalam kondisi stabil.

Namun beberapa komoditi bapok pangan masih mengalami fluktuasi khususnya komoditi hortikultura terutama cabai konsumsi.

Komoditas Pertanian dan Perikanan DIY Surplus Produksi

Harga komoditi cabai masih mengalami fluktuasi karena baru memasuki masa tanam kembali.

Saat ini, harga cabai merah dan cabai rawit sama-sama mengalami kenaikan di kisaran Rp 700 hingga Rp 1.000/Kg saat ini. 

"Harga cabai masih mengalami fluktuasi yang cenderung naik saat ini. Harga cabai merah keriting naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 21.000/Kg, cabai merah besar naik dari Rp 25.300 menjadi Rp 26.700/Kg dan cabai rawit merah daro Rp 15.700 menjadi Rp 16.300/Kg. Harga cabai rawit hijau bertahan Rp 14.300/Kg," ujarnya Rabu (30/9/2020).

Meski terjadi kenaikan harga komoditi cabai, namun secara umum untuk ketersediaan komoditas cabai konsumsi tersebut masih cukup sehingga masih banyak stoknya di pasaran maupun distributor. 

Pakaian Jadi Bukan Rajut Jadi Komoditas Utama Ekspor DIY November 2019

"Terkait permintaan konsumen tidak ada lonjakan dan cenderung landai sejauh ini," imbuhnya.

Sementara untuk lomoditas bapok pangan lain, harganya cenderung tertekan yakni terjadi pada daging ayam dan telur ayam.

Harga daging ayam broiler sebesar Rp 30.000/Kg yang masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 35.000/Kg dan telur ayam ras Rp 19.500/Kg yang juga di bawah HET sebesar Rp 24.000/Kg.

Sedangkan perkembangan harga rata-rata bapok pangan lainnya di DIY relatif stabil.

Hal tersebut dialami komoditi beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, bawang merah dan bawang putih.

"Untuk distribusi sendiri, dipastikan lancar sehingga tidak terjadi gangguan," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved