Cerita Pedagang Layangan di Klaten, Alami Peningkatan Omzet hingga Tembus Rp1 Juta Saat Akhir Pekan

Agus menyebut, dalam sehari dirinya bahkan bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah dari hasil menjual layangan tersebut.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Almurfi Syofyan
Pembeli melihat-lihat layangan nusantara yang dijual oleh Agus di lapaknya yang berada di Jalan Jogja-Solo, Klaten, Minggu (27/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Omzet sejumlah penjual layang-layang nusantara di Kabupaten Klaten selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan oleh Agus Purwanto, seorang penjual layang-layang nusantara yang biasa berjualan di Jalan Jogja-Solo, tepatnya di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Agus menyebut, dalam sehari dirinya bahkan bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah dari hasil menjual layangan tersebut.

"Alhamdulillah. Selama masa adaptasi kebiasaan baru penjualan terus meningkat, mungkin karena lagi musimnya juga. Saya syukuri aja," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi jualannya, Minggu (27/9/2020).

Menurut pria berusia 32 tahun itu, bermain layangan menjadi tren yang kembali mulai digemari oleh masyarakat selain bersepeda dan bercocok tanam.

Atas dasar itu juga ia merasakan penjualan layangannya mulai meningkat, setidaknya sejak 2 bulan terakhir.

"Biasanya pembeli kebanyakan anak-anak ya. Tapi sekarang ini orang dewasa juga banyak yang beli. Mungkin karena bosan berada di rumah selama munculnya virus korona," ucapnya.

Agus bercerita, layangan yang ia jual merupakan produk lokal yang biasa disebut layangan nusantara.

Layangan tersebut ia ambil dari berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Bali.

Ia mulai berjualan setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 12.00 siang hingga pukul 17.00 sore.

Sementara untuk akhir pekan, dirinya berjualan mulai pukul 09.00 pagi hingga pukul 17.00 sore.

"Penjualan harian, Senin sampai Jumat, rata-rata bisa meraup omzet hingga Rp400 ribu, tapi kalau akhir pekan bisa nembus Rp1 juta," katanya.

Untuk harga layangan yang ia jual, dipaparkan Agus, memiliki harga yang beragam sesuai dengan jenis layangan dan ukurannya.

Adapun harga layangan yang paling murah yakni daru harga Rp35 ribu hingga paling mahal Rp650 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved