Breaking News:

Dinas Pariwisata DIY Deklarasikan Yogyakarta Sebagai The Next Wedding Destination

Dinas Pariwisata DIY Deklarasikan Yogyakarta Sebagai The Next Wedding Destination

Tribunjogja/Santo Ari
Dinas Pariwisata DIY bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyelenggarakan acara bertajuk Yogyakarta the Next Wedding Destination di Hotel Marriott Yogyakarta, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata DIY bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI menyelenggarakan acara bertajuk Yogyakarta the Next Wedding Destination di Hotel Marriott Yogyakarta, Jumat (25/9/2020).

Kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan langkah Yogyakarta menjadi tempat tujuan penyelenggaraan pernikahan baik lokal, nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan bahwa Pemerintah Daerah DIY siap mendukung dan siap menjadikan Yogyakarta sebagai wedding destination.

Ia menjelaskan bahwa Yogyakarta memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi wedding destination.

"Embrionya sudah banyak dibuktikan dengan banyak orang dari luar DIY mengadakan wedding di Yogyakarta," ujarnya.

Kelembagaan di DIY Mengamanahkan Penyesuaian di Lingkungan Pemda DIY hingga Kelurahan

Hanya 20 Persen Posyandu Aktif Selama Pandemi, Pemkot Yogya Kesulitan Pantau Perkembangan Anak

Yogyakarta mempunyai suatu kekuatan daya tarik, dari sisi budayanya dan dari sisi alam yang sangat indah, mulai dari gunung hingga pantai.

Selain itu Yogyakarta juga memiliki potensi industri kreatifnya, seperti wedding organizer, dan para pelaku creative event lainnya yang bisa menjadikan pernikahan di Yogyakarta memiliki kenangan yang tak terlupakan sekaligus pengalaman budaya yang mendalam.

"Regulasinya juga sangat mendukung, karena memungkinkan orang melangsungkan pernikahan di sini. Potensi ini harus kita tangkap dan ini jadi salah satu bagian dari ekonomi kreatif dari bidang pariwisata," imbuhnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa protokol kesehatan juga harus ditegakkan dalam sebuah event atau wedding.

Termasuk pembatasan jumlah yang hadir, dan syarat lainnya seperti surat sehat dari mereka yang berasal dari zona merah dan hitam. Dan bila itu tamu dari mancanegara harus menyertakan PCR negatif.

"Ini bagian yang harus kita tegakkan jangan sampai kita semangat wedding destination tapi melupakan protokol kesehatan," tegasnya.(Tribunjogja/Santo Ari)

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved