Breaking News:

E-Samsat Hadir di Lebih dari 5 Juta Mitra Bukalapak, Bayar Pajak Pun Kini Makin Mudah

Selain bisa menerima pembayaran E-Samsat via aplikasi, Bukalapak selanjutnya menghadirkan E-Samsat di lebih dari 5 juta Mitra Bukalapak.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
net
Logo Marketplace Bukalapak 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Marketplace Bukalapak terus berinovasi dalam upaya untuk menjawab berbagai macam kebutuhan di era sekarang. Terbaru, setelah menjadi marketplace pertama yang bisa menerima pembayaran E-Samsat melalui aplikasi, Bukalapak selanjutnya menghadirkan E-Samsat di lebih dari 5 juta Mitra Bukalapak.

Hal itu diungkapkan CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam sesi Temu Virtual Media: Tuntas dan Tunai Pajak Bersama Bukalapak, pada Kamis (24/9).

Ia memaparkan bahwa Bukalapak memang terus mendorong optimalisasi peran pajak dalam pembangunan melalui digitalisasi teknologi. Hal ini terlihat dari kenaikan transaksi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (E-Samsat) yang mencapai 86% dan pertumbuhan pengguna hingga 55% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Capaian yang signifikan ini juga didukung dengan perluasan cakupan wilayah pembayaran yang terus dilakukan.

Jika pada tahun 2019, daerah yang telah bergabung untuk live PBB meliputi Banten, DKI, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, kini di tahun 2020 telah bertambah dengan Provinsi Kepulauan Riau dan Riau, beserta Sumatera Utara.

Sedangkan untuk E-Samsat, pada awal kuartal IV tahun ini provinsi Jawa Tengah akan menambah cakupan wilayah yang menerima pembayaran secara digital selain Jawa Barat, Banten, dan Kepulauan Riau.

Hadir di lebih dari 5 juta mitra Bukalapak

Di tahun ini juga, Bukalapak menjadi marketplace pertama yang menerima pembayaran E-Samsat pada Mitra Bukalapak sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menggalakkan pembayaran pajak daerah.

Ia menyampaikan, tata cara pembayaran PBB dan e-samsat di Bukalapak berfokus pada proses pembayaran yang real time, aman dan mudah diakses.

“Terlebih di situasi pandemi seperti ini, pengguna tetap bisa menunaikan kewajibannya membayar PBB tanpa harus keluar rumah atau kontak dekat dengan orang lain. Selain komitmen kami padapenciptaan kesetaraan akses teknologi, tentu hal ini ditujukan untuk mendukung optimalisasi pelayanan publik dari pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur dan pendapatan negara,”jelasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved