Liga Indonesia

Wacana Sanksi untuk Klub Jika Suporter Nekat Datang ke Stadion, Slemania : Ini Jadi Peringatan

Salah satu wadah suporter PSS Sleman, Slemania turut buka suara terkait wacana regulasi anyar yang akan dikeluarkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (L

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Koreografi yang dibuat oleh Slemania di laga PSS Sleman vs Persipura Jayapura, Kamis (19/9/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM -  Salah satu wadah suporter PSS Sleman, Slemania turut buka suara terkait wacana regulasi anyar yang akan dikeluarkan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) jelang bergulirnya Liga 1 2020.

Dalam perencanaannya, apabila ada penonton atau suporter kedapatan memaksa datang ke stadion, klub bisa diganjar dengan hukuman kalah.

Meski begitu, PT LIB sejauh ini menyatakan masih akan membahas mekanisme aturan tersebut.

Rencananya mereka akan berembuk dengan PSSI dan klub-klub kontestan dan akan disampaikan jelang kompetisi Liga 1 dimulai.

"Ini sebagai peringatan, suporter jangan sampai memaksakan diri untuk datang ke stadion. Kalau pun memaksakan untuk tetap datang, tidak bisa untuk nonton juga kan. Selain itu, jika tetap memaksakan diri datang ke stadion, yang kena imbasnya juga tim kebanggan kita juga," ujar Ketua Umum Slemania, Rengga Dian Senjaya, Rabu (23/9/2020).

Jelang PSS Sleman vs Persebaya Surabaya - Super Elja Siap Tancap Gas, Bajul Ijo Matangkan Taktik

"Kita akan melakukan edukasi melalui media sosial untuk kemudian disampaikan hingga ke akar rumput suporter Slemania. Agar anggota Slemania tidak hadir ke stadion," tambahnya.

Dikatakan Rengga, Slemania tetap memberi dukungan moral kepada penggawa Super Elang Jawa. Sekalipun tidak bisa hadir secara langsung untuk memberikan dukungan di stadion.

"Kita ada sebuah gerakan yakni memasang bendera di wilayah laskar masing-masing, itu sebagai bentuk dukungan untuk PSS Sleman," ujarnya.

"Harapan kami dari Slemania, PSS Sleman tetap harus bermain fight, harus tetap tampil ngeyel seperti biasanya. Harus tetap serius, karena istilahnya kita tetap mempertaruhkan lambang kebanggan di dada," harap Rengga.

Sebelumnya, Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, membenarkan ada wacana bahwa nantinya klub yang bersangkutan akan dianggap kalah apabila ada suporter yang berkeliaran di sekitar stadion.

Namun, untuk keputusan akhirnya belum dipastikan karena untuk regulasi finalnya masih dirapatkan oleh PSSI.

"Iya benar dianggap kalah menurut diskusi manajer meeting kemarin. Tetapi untuk detailnya masih menunggu keputusan finalnya dari PSSI. Dan diharapkan selesai secepatnya," kata Akhmad Hadian Lukita dilansir dari laman BolaSport.com.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, mengaku bahwa memang saat ini regulasi tersebut dirancang oleh PSSI.

Menurut Sudjarno sebenarnya regulasi tersebut menjadi masukan yang bagus selama manager meeting Liga 1 berlangsung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved