Bisnis

Permintaan Meningkat, Harga Tanaman Hias Naik Dua Kali Lipat

Kenaikan harga tanaman dialami tumbuhan jenis lain seperti Calathea, Suplir, Maranta, hingga Begonia.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Penjual tanaman hias sedang menata dagangannya pada Rabu (23/09/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Fenomena naiknya permintaan tanaman hias khususnya di kota Yogyakarta pada masa pandemi nampaknya mempengaruhi harga jualnya.

Seorang penjual tanaman hias di Jalan Gondosuli, Kota Yogyakarta, Farhan (23) mengatakan, meningkatnya permintaan tanaman hias mulai terjadi sejak Agustus lalu.

Naiknya permintaan diikuti dengan harga yang meningkat hingga dua kali lipat.

"Kalau naiknya pembeli sejak sebulan lalu. Dalam sehari bisa menjual hingga 50 jenis tanaman dulunya palingan hanya mampu menjual sekitar 15 jenis saja. Naiknya permintaan turut mempengaruhi harga seperti jenis Agloenema yang paling diburu pembeli. Dulu, dihargai sekitar Rp50 ribu untuk ukuran kecilnya sekarang mencapai Rp100 ribu-Rp150 pada ukuran yang sama," ujarnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (23/09/2020).

Kenaikan harga tanaman juga dialami tumbuhan jenis lain seperti Calathea, Suplir, Maranta, hingga Begonia.

Penjual Tanaman Hias di Sleman Banjir Pelanggan

Rata-rata harganya mengalami kenaikan sekitar dua kali lipat.

Ia mengatakan, meskipun permintaan tanaman hias melonjak untuk persediaan masih mudah didapatkan.

"Kalau pasokan tanaman hias didapat dari daerah Jawa Barat. Sejauh ini, belum ada kesulitan untuk mencarinya,"ujarnya.

Selain tanaman hias, lanjut Farhan, penjualan pot, pupuk, dan tanah juga mengalami peningkatan.

Penjualan pot dalam sehari bisa laku hingga 30 unit dengan berbagai ukuran.

Sedangkan, pupuk dan tanah dalam sehari bisa terjual sebanyak 20 karung ukuran 5 kilogram.

"Ya, hampir semua kebutuhan yang berkaitan dengan tanaman hias banyak dicari pembeli. Kalau harga masih relatif sama untuk pot mulai harga Rp30 ribu sampai Rp150 ribu. Sedangkan, tanah dan pupuk dihargai Rp20 ribu per karungnya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved