Breaking News:

Pemkot Magelang Serahkan Modal Usaha Senilai Rp 85 Juta untuk UP2K-PKK

Pemkot Magelang Serahkan Modal Usaha Senilai Rp 85 Juta untuk UP2K-PKK

Dok Pemkot Magelang
Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, saat menyerahkan bantuan modal usaha kepada Kelompok Usaha UP2K-PKK di Aula Kantor Kecamatan Magelang Utara, Senin (21/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang menyerahkan tambahan modal usaha simpan pinjam kepada Kelompok Khusus Usaha dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (UP2K) PKK Kelurahan Se-Kota Magelang.

Bantuan senilai total Rp 85 juta itu akan disalurkan melalui Kelompok Usaha UP2K-PKK di 17 kelurahan.

Secara simbolis bantuan ini diserahkan oleh Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, di Aula Kantor Kecamatan Magelang Utara, Senin (21/9/2020).

Pada kesempatan itu, Windarti Agustina berpesan agar bantuan tersebut dapat dikelola sebaik-baiknya dan dimanfaatkan secara optimal untuk perluasan kesempatan usaha bagi keluarga maupun pengusaha ultra mikro yang membutuhkan.

Tak dipungkiri pandemi Covid-19 ini tidak hanya berimbas pada kesehatan, akan tetapi juga sosial, budaya dan perekonomian masyarakat.

"Bantuan modal ini merupakan stimulus untuk memperkuat kelompok-kelompok UP2K-PKK dalam mengelola dan menumbuhkembangkan usaha ekonomi untuk meningkatkan pendapatan keluarga," papar Windarti, saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Magelang Sigit Widyinindito.

Sejalan dengan bantuan modal, katanya, penting juga untuk memberikan dukungan berupa pembinaan terhadap kelompok UP2K-PKK di setiap kelurahan.

Pemkot Magelang Usulkan Kenaikan Bantuan Operasional Ketua RT dan RW Mulai 2021

Sejumlah Pedagang Positif, Pemkot Magelang Perketat Protokol Kesehatan di Pasar Rejowinangun

Hal itu untuk menambah pengetahuan dan wawasan serta pemahaman dan motivasi bagi ibu-ibu agar terus meningkatkan kegiatan berusaha, baik secara perorangan maupun kelompok.

Oleh karena itu pihaknya mendorong kelompok khusus UP2K-PKK untuk terus membangun motivasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya, yakni membimbing, menggerakan, mengevaluasi dan mengembangkan kegiatan kelompok-kelompok pelaksana sejak persiapan, pelaksanaan, dan pengembangan usaha.

Kemudian, membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi kelompok-kelompok pelaksana yang meliputi bidang produksi, pemasaran, dan penambahan dana, mengatur kelancaran usaha, mencatat, menyimpan pengembalian dana usaha, iuran pengelolaan, dan menyampaikan laporan data perkembangan kegiatan kelompok secara berkala.

Halaman
12
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved