Breaking News:

Bisnis

Terimbas Pandemi, Bisnis Bimbingan Belajar di Yogyakarta Ini Mengalami Penurunan Jumlah Siswa

Dampak ekonomi akibat pandemi Corona terus merembet hampir di segala sektor usaha satu di antaranya bisnis bimbingan belajar (bimbel) di daerah Yogyak

Istimewa
Sebelum Pandemi- Suasana bimbingan belajar Youth Educational Centre (YEC), di jalan Poncowolo, kota Yogyakarta. Terimbas Pandemi, Bisnis Bimbingan Belajar di Yogyakarta Mengalami Penurunan Jumlah Siswa 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dampak ekonomi akibat pandemi Corona terus merembet hampir di segala sektor usaha satu di antaranya bisnis bimbingan belajar (bimbel) di daerah Yogyakarta.

Lembaga bimbel Youth Educational Centre (YEC), di jalan Poncowolo, Wirobrajan, kota Yogyakarta salah satu bisnis yang merasakan dampak pandemi terhadap siklus usaha pada sektor pendidikan ini.

Tim personalia YEC, Lia Ainun mengatakan, adanya pandemi membuat sektor usaha yang dikelolanya mengalami penurunan siswa hingga 70 persen.

UPDATE Covid-19 di Indonesia 16 September 2020: Rekor Penambahan Kasus Baru, Total Kini Jadi 228.993

"Penurunan terjadinya sangat drastis sekali. Seharusnya pada tahun ajaran baru kemarin menjadi kesempatan untuk meraup untung. Namun, yang terjadi malah sebaliknya," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (16/09/2020).

Sebelum ada pandemi, lanjut Lia, usaha bimbel yang dikelolanya mampu menjaring hingga 700 siswa tiap periode ajaran baru.

Pada ajaran baru tahun ini, usaha bimbelnya hanya memiliki 100 siswa saja.

"Dulu, setiap akan memasuki tahun ajaran baru para siswa sudah sibuk mencari bimbingan belajar mulai dari tingkat SD, SMP,SMA, hingga program CPNS. Biasanya kami buka secara tatap muka sekarang tidak ada lagi karena pandemi,"ujarnya.

BREAKING NEWS : Tambahan 48 Kasus Baru Covid-19 di DIY, Kasus Sembuh Bertambah 50, Ini Rinciannya

Melihat situasi seperti ini pihaknya pun mulai berfokus pada bimbingan belajar secara daring.

Di mana, kelas tatap muka hanya dibuka terbatas.

"Kami mengikuti perkembangan minat pasar saat pandemi ini. Ternyata pola belajar sudah berbeda kebanyakan mencari yang serba online dibandingkan cara konvensional. Maka, kelas online oun terus digencarkan meskipun pembelajaran tatap muka masih ada namun tak sebanyak dulu," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved