Breaking News:

Bisnis

Laju Bisnis Konveksi di Yogyakarta Belum Optimal pada Masa Pandemi

Sejumlah pelaku usaha konveksi di kota Yogyakarta mengalami kelesuan permintaan sejak adanya pandemi.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana di toko Delapan Kaos di jalan Ngasem, kota Yogya pada Rabu (16/09/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah pelaku usaha konveksi di kota Yogyakarta mengalami kelesuan permintaan sejak adanya pandemi.

Satu diantaranya, usaha konveksi Gempur Tshirt di jalan Suryoputran, kota Yogya. Pengelola toko, Itavee (43) mengatakan, sejak pandemi penjualan di tokonya masih belum optimal.

"Memang sudah ada beberapa pembeli yang datang namun belum seperti kondisi normal. Sekarang pembeli hanya datang pada akhir pekan saja," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (16/09/2020).

Puluhan Desa Akan Dilibatkan dalam Pilot Project Pemanfaatan Danais Pada 2021

Sementara itu, lanjut Itavee, pendapatan di tokonya pun cenderung mengalami penurunan karena penjualan yang masih belum stabil.

Penurunan pendapatan mencapai di angka 70 persen dibandingkan dengan kondisi normal.

"Tak pastinya pembeli yang datang berimbas pada pemasukan. Kondisi normal penjualan khususnya kaos bisa mencapai 150 unit per hari. Sedangkan, kondisi saat ini palingan hanya laku sekitar 30 kaos per hari, itu pun belum tentu," ujarnya.

Kebanyakan pembeli produknya berasal kalangan wisatawan luar daerah Yogyakarta seperti rombongan keluarga atau anak sekolah yang melakukan tamasya di daerah Yogyakarta.

Adapun, harga produk kaos yang dijualnya dibanderol mulai harga Rp35 ribu hingga Rp120 ribu untuk tiap satuannya.

Sedangkan, untuk harga grosir dihargai mulai Rp500 ribu hingga jutaan untuk tiap satu kodinya.

Pengusaha Konveksi Gunungkidul Beralih ke Pembuatan Masker Kain

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved