Breaking News:

Sleman

KPM PKH di Kabupaten Sleman Terima Bantuan Sosial Beras

Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan peluncuran Bantuan Sosial Beras (BSB) tahun 2020, Rabu (16/9/2020).

Istimewa
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kregolan, Margomulyo, Seyegan menerima Bantuan Sosial Beras 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan peluncuran Bantuan Sosial Beras (BSB) tahun 2020, Rabu (16/9/2020).

Peluncuran program Kementerian Sosial RI ini dilakukan secara simbolis ditandai dengan penyerahan beras oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kregolan, Margomulyo, Seyegan.

Sri Purnomo mengatakan bantuan ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk meringankan beban masyarakat di masa pandemi seperti saat ini.

Ia juga menjamin beras yang dibagikan tersebut memiliki kualitas yang bagus dan layak untuk dikonsumsi.

Bahkan bupati juga akan mencoba memakan nasi dari beras itu, untuk melihat kualitasnya.

"Jika nanti ada masyarakat yang menerima beras yang tidak layak konsumsi, silakan untuk melaporkannya kepada ke Dinas Sosial Kabupaten Sleman," ujarnya.

Berpotensi Tambah Angka Kemiskinan, Sebanyak 450 KPM Gagal Terima Bantuan PKH Degradasi

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Eko Suhargono, menjelaskan bahwa BSB ini disalurkan secara serentak di 264 titik di seluruh Kabupaten Sleman dengan total jumlah KPM PKH yang menerima bantuan ada sebanyak 43.588.

Adapun bantuan BSB ini akan diberikan selama tiga bulan, dan setiap bulan KPM PKH menerima beras sebanyak 15 kg.

"Setiap KPM PKH akan menerima 45 kg untuk bulan Agustus, September dan Oktober. Namun, untuk bulan ini langsung diberikan 30 kilo sekaligus untuk bulan Agustus dan September," jelasnya.

Lebih lanjut Eko Suhargono berpesan kepada para KPM PKH untuk tidak menjual beras tersebut. Sebab, tujuan diadakan program ini adalah agar kebutuhan pangan warga di Kabupaten Sleman dapat terpenuhi.

"Kami akan menghapus nama orang tersebut dari data penerima bantuan jika diketahui menjual beras tersebut. Ini sesuai dengan amanat Presiden", tegasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved