Breaking News:

Kisah Inspiratif

Lumpuh dan Hidup Sebatang Kara, Lansia Asal Kulon Progo Tinggal di Pondok Kayu nan Rapuh

Selama dua puluh tahun, ia menderita kelumpuhan dan hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur yang hanya beralaskan tikar.

TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani
Mbah Tunah (71) warga Pedukuhan Diran, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo yang hidup sebatang kara dan mengidap kelumpuhan selama 20 tahun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Mbah Tunah (71) warga Pedukuhan Diran, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo mendapatkan program bedah rumah dari Guyon Maton Kulon Progo (GMKP).

Ia hidup sebatang kara karena tidak dikaruniai anak serta suaminya telah meninggal dunia.

Di sebuah rumah yang tak layak huni dan mulai miring pondasinya tersebut ia tinggal sendirian

Sebab rumah tersebut bukan berdinding tembok melainkan dari kayu yang kini telah lapuk di makan usia.

Agar tidak terlihat dari luar, dinding tersebut dilapisi oleh lembaran karung beras berwarna putih.

Pulihkan Perekonomian Warga Terdampak Pandemi Covid-19, Ini Langkah Pemkab Kulon Progo

Tak hanya itu, atap yang ditutupi dengan genting yang disusun secara bercelah dimana saat hujan dapat membasahi tubuhnya.

Rumah Mbah Tunah juga hanya beralaskan tanah liat.

Dalam kesehariannya Mbah Tunah tidak pernah keluar rumah.

Sebab selama dua puluh tahun, ia menderita kelumpuhan dan hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur yang hanya beralaskan tikar.

Halaman
123
Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved