Breaking News:

Yogyakarta

Kampus Diminta Gunakan Jogja Pass untuk Data Mahasiswa dan Dosen

Perguruan Tinggi di DIY diminta untuk segera menggunakan Jogja Pass, terutama bagi mereka yang sudah memulai perkuliahan tatap muka.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Roni Primantohari 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perguruan Tinggi di DIY diminta untuk segera menggunakan Jogja Pass, terutama bagi mereka yang sudah memulai perkuliahan tatap muka.

Pendataan mahasiswa melalui Jogja Pass tersebut sempat didengungkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY Roni Primantohari mengatakan bahwa Jogja Pass tidak hanya digunakan untuk mendata wisatawan yang berkunjung ke objek wisata, namun juga untuk bidang pendidikan dalam hal ini mendata mahasiswa dan civitas akademika.

"Saat ini termasuk perguruan tinggi mewajibkan mahasiswa yang akan ikut kuliah Luring atau tatap muka untuk mendownload aplikasi itu dan mengisi informasi di sana dengan benar. Kalau infomasi diisi jujur bisa digunakan sehingga nantinya kegiatan seperti itu datanya sudah terintegrasi dengan database pemerintah sehingga diharapkan nanti bila terjadi sesuatu memudahkan mentracing dia ada dimana, siapa saja yang kontak," urainya ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (15/9/2020).

Seorang Mahasiswa UPNVY Positif Covid-19 Ikut Ujian Tesis, Pihak Kampus Merespon Cepat

Roni mengatakan bahwa pihaknya siap bila perguruan tinggi membutuhkan pendampingan Diskominfo DIY untuk mengaplikasikan Jogja Pass sebagai sarana absensi mahasiswa maupun dosen.

"Perguruan tinggi yang ingin bantuan Kominfo, kita siap. Nanti ada pelatihan pendampingan untuk memanfaatkan itu, termasuk analisis tracing," ucapnya.

Disinggung mengenai salah satu kampus di Kabupaten Bantul yang telah membuka pembelajaran tatap muka, Roni belum mengetahu pasti apakah perguruan tinggi tersebut telah menggunakan pendataan melalui Jogja Pass.

"Saya belum tahu tapi yang jelas dengan imbauan itu, UMY bisa memanfaatkan itu (Jogja Pass). Mahasiswa, dosen, mendownload dan mengisi itu. Walau sampai satu juta (jumlah mahasiswa dan dosen) pun bisa menampung," ungkapnya.

Tidak hanya bisa digunakan untuk pendataan urusan pariwisata dan pendidikan, Jogja Pass dijelaskan Roni juga bisa digunakan untuk absensi di tempat kerja maupun pabrik yang menampung banyak karyawan.

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved