Breaking News:

Hore! Bantuan Kuota Internet Gratis Mulai Cair Minggu Ini

Pemerintah berencana mulai menyalurkan bantuan kuota internet gratis untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen pada pekan ini

kontan.co.id
Ilustrasi seorang siswa sedang melakukan proses pembelajaran jarak jauh 

TRIBUNJOGJA.COM -- Pemerintah berencana mulai menyalurkan bantuan kuota internet gratis untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen pada pekan ini.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, mengatakan semua nomor handphone yang didaftarkan mahasiswa ke kampus untuk program bantuan subsidi kuota telah masuk sistem pangkalan data pendidikan tinggi (PD Dikti) dan data pokok pendidikan (Dapodik).

“Pekan ini bantuan kuota cair Insya Allah,” kata Nizam, dikutip dari Kontan, Selasa (15/9/2020).

Seperti diketahui, kuota yang akan diberikan untuk siswa 35 GB, guru 40 GB, mahasiswa 50 GB, dan dosen 50 GB untuk setiap bulannya.

“Kalau semua lancar pekan ini sudah dilaksanakan,” ucap Nizam.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf, mengatakan hal yang perlu diperhatikan pemerintah agar program ini tepat sasaran adalah cara mendata dan pihak yang mendata. Kemudian siapa saja yang dianggap berhak.

“Apakah semua siswa atau hanya mereka yang tidak mampu. Semua ini tentu harus masuk data dapodik, sehingga akan transparan nantinya siapa yang mendapatkan atau tidak mendapatkan,” kata Dede.

Sedangkan Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, meminta nama-nama calon penerima bantuan harus dipublikasikan perguruan tinggi dengan harapan semua orang bisa mengawasi. Sebab, program ini berpotensi menjadi program yang tidak efektif jika penerima bantuan tidak tepat sasaran.

“Ini untuk supaya tepat sasaran. Dana triliunan itu bisa menjadi pemborosan uang jika disalurkan tidak tepat sasaran,” kata Ubaid.

JPPI menyoroti pemberian bantuan kuota di daerah–daerah yang sarana prasarana pendukungnya tidak memadai. Seperti di daerah-daerah yang jaringan listriknya tidak stabil atau bahkan yang tidak ada listrik. Tentunya bantuan tersebut hanya diuntungkan bagi sekolah-sekolah atau peserta didik yang tinggal di daerah–daerah yang ada jaringan internetnya.

Oleh karena itu, JPPI mendorong pemerintah membuat pemetaan kualitas sekolah. Jadi semua bentuk program dan pemberian bantuan berdasarkan data.

Hal ini harusnya tidak menjadi kendala apalagi Mendikbud Nadiem Makarim yang berpengalaman di bidang teknologi.

“Harusnya sekolah itu ada pemetaan kualitasnya. Mana sekolah yang sarananya sudah bagus, mana sekolah-sekolah yang sarananya masih buruk dan perlu ditingkatkan,” katanya.

Seperti diketahui, Mendikbud Nadiem Makarim akan memberikan bantuan subsidi kuota kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen selama empat bulan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ). Anggaran yang disediakan program ini sebesar Rp 9 triliun.

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved