Breaking News:

Bisnis

Animo Masyarakat Membeli Sepeda di Toko Ini Mulai Mengalami Penurunan

Pemilik toko sepeda di jalan KH.Wahid Hasyim , Yeka (25) mengatakan, sejak awal September permintaan sepeda mulai menurun dibandingkan dengan bulan se

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Lengang- Suasana toko sepeda di jalan KH. Wahid Hasyim, kota Yogyakarta pada Selasa (15/09/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tren sepeda sempat terjadi beberapa pekan lalu di wilayah Yogyakarta.

Namun, antusias masyarakat terhadap kendaraan kayuh ini mulai mengalami penurunan.

Pemilik toko sepeda di jalan KH. Wahid Hasyim, Yeka (25) mengatakan, sejak awal September permintaan sepeda mulai menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

"Permintaan menurun drastisnya. Dulu, dalam sehari bisa sampai 50 orang datang untuk membeli sepeda. Sekarang,palingan hanya 5 orang saja,"jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Selasa (15/09/2020).

Daftar Harga Sepeda Gunung Pacific Stinger Terbaru, September 2020

Penurunan yang terjadi, kata Yeka, akibat mulai adanya aktivitas kembali masyarakat setelah bekerja yang dilakukan dari rumah.

Kebanyakan pelanggannya berasal dari kalangan keluarga atau komunitas sepeda.

"Sekarang kan bekerja sudah mulai dari kantor ya bukan dari rumah lagi. Pastinya, hal ini mempengaruhi minat membeli sepeda. Dulu, rata-rata beli sepeda karena mengisi kekosongan saat bekerja di rumah,"ujarnya.

Menurunnya minat masyarakat terhadap sepeda teryata tidak mempengaruhi harga sepeda.

Harga sepeda yang dijual di tokonya masih cukup mahal dibandingkan dengan kondisi normal.

Murah! Sepeda lipat Wimcycle Pocket Rocket Baru Rilis, September 2020

"Harga dari produsen masih tinggi sekali. Sekarang rata-rata harga sepeda di kisaran Rp2 juta. Untuk harga di bawah Rp1 juta sudah sulit ditemukan," tuturnya.

Masih tingginya harga sepeda, lanjut Yeka, diikuti dengan pasokan sepeda yang terbatas di dalam negeri.

Akibatnya, banyak sepeda impor yang masuk ke dalam negeri untuk memenuhi permintaan konsumen.

"Kalau sepeda produksi dalam negeri sulit didapatkan. Karena, peminatnya cukup banyak. Alhasil, sepeda impor pun diterima untuk persediaanya. Harganya pun cukup mahal dibandingkan kondisi normal seperti sepeda merek Atlantis jenis sepeda gunung ini biasanya dibanderol diharga Rp900 ribu sekarang menjadi Rp2 jutaan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved