Breaking News:

Bisnis

Realisasi Subsidi Bunga di DIY Masih Kecil Terkendala Daftar Hitam Debitur

Berdasarkan data periode Agustus 2020, OJK DIY mencatatkan realisasi subsidi bunga hanya sebesar Rp34,3 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 142.655

Tribunjogja/Kurniatul Hidayah
Kepala OJK DIY Parjiman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengakselerasi kebijakan subsidi bunga yang tertuang dalam PMK No 85/PMK.05/2020 mendorong lembaga penyalur kredit (bank umum) untuk menyalurkan pinjamam kepada nasabah khususnya debitur UMKM.

Berdasarkan data periode Agustus 2020, OJK DIY mencatatkan realisasi subsidi bunga hanya sebesar Rp34,3 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 142.655 pelaku usaha.

Ketua OJK DIY, Parjiman mengatakan, jumlah subsidi bunga yang disalurkan oleh 60 bank umum di DIY masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan potensi yang ada di wilayah Yogyakarta.

"Realisasi subsidi bunga di DIY masih tergolong sedikit. Karena, memang ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan seperti adanya kredit macet atau daftar hitam nasabah yang tercatat di sistem infromasi kredit program (SIKP)," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (14/09/2020).

Wah! Ada Fasilitas Kredit Tanpa Agunan Hingga Rp 100 juta untuk ASN

Apabila ditemui cacat data, lanjut Parjiman, kemungkinan untuk mendapatkan subsidi bunga pun semakin kecil.

Tentunya, hal ini akan membuat lembaga kredit ragu untuk memberikan pinjaman.

Adapun, pemerintah memberikan subsidi bunga untuk debitur kategori mikro dan kecil, atau dengan nilai pinjaman di bawah 500 juta atau setara dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 6 persen untuk tiga bulan pertama.

Bunga pinjaman tersebut akan ditanggung pemerintah.

Sementara untuk tiga bulan berikutnya, bunga yang ditanggung oleh pemerintah sebesar 3 persen.

OJK dan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi dalam PSBB di DKI Jakarta

Sedangkan, untuk nilai pinjam 500 juta sampai 10 miliar. Subsidi bunga yang akan diberikan yaitu sebesar tiga persen pada bulan tiga bulan pertama.

Dan, tiga persen pada tiga bulan berikutnya.

Ia menambahkan, bagi debitur yang telah mendapatkan relaksasi bunga diharapkan dapat memanfaatkan untuk produktivitas usahanya.

Sehingga, target yang dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) oleh pemerintah dapat tepat sasaran. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved