Breaking News:

Bisnis

Pelaku UMKM di DIY Masih Bisa Mendaftar Bantuan Hibah Produktif

Bantuan hibah produktif yang digulirkan pemerintah kepada pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masi

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, saat ditemui Tribun Jogja pada Kamis (13/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bantuan hibah produktif yang digulirkan pemerintah kepada pelaku usaha mikro,kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masih terbuka luas untuk melakukan pendaftaran.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih melakukan tahap pendataan hingga sekarang ini.

Kepala Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agus Mulyono mengatakan, selagi belum ada konfirmasi dari pusat untuk melakukan penutupan pendaftaran maka pendataan tetap dilakukan.

"Acuan kami tetap pada kebijakan pusat. Apabila memang belum ada arahan maka pendataan tetap berjalan," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (14/09/2020).

134.708 Usaha Mikro dan Ultra Mikro DIY Lolos Final Bantuan Hibah Produktif 

Tak hanya itu, lanjut Agus, rencananya bantuan hibah produktif UMKM akan diperluas menjadi 15 juta penerima.

Awalnya, penerima bantuan produktif hanya ditargetkan kepada 12 juta penerima saja.

"Ada wacana untuk menambah kuota dari penerima dana hibah ini. Awalnya 12 juta penerima menjadi 15 juta penerima menjadi peluang besar bagi UMKM,"ujarnya.

Dengan demikian, adanya penambahan kuota dana hibah khususnya bagi pelaku UMKM diharapkan pelaku usaha dapat memanfaatkannya sebaik mungkin.

Sebanyak 219.935 Usaha Mikro dan Ultra Mikro DIY Lolos Valid NIK untuk Bantuan Dana Hibah Produktif

Untuk Dinkop UKM DIY sendiri, pendataan dilakukan secara berjenjang. Di mana melibatkan dari segmen terdekat yaitu kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan provinsi.

"Pelaku UMKM hanya pelu mendatangi instansi terkait untuk menanyakan seputar syarat untuk mendaftar. Nantinya data-data akan dikumpulkan ke provinsi untuk proses verifikadi kemudian dikirim ke pusat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved