Breaking News:

Nasional

LAMNCI 2020, Upaya Lahirkan Generasi Baru Pemusik Nusantara

Pengumpulan karya Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) tahun 2020 dibuka hingga 30 September mendatang.

istimewa
Yayasan ATSANTI (Atma Nusvantara Jati), Komunitas Seniman Nusantara, didukung oleh Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI menyelenggarakan Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) tahun 2020 guna melahirkan generasi baru pemusik nusantara, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan musik nusantara dinilai masih mendapat tantangan berupa jurang pemisah antar generasi.

Jenis musik ini juga dianggap masih kurang populer di antara para generasi muda.

Padahal, pontensi yang terkandung di dalamnya kaya akan muatan tradisional serta sarat akan nilai-nilai kultural. 

Anon Suneko, pengajar Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta menyebutkan, generasi penerus di kalangan muda yang tertarik pada bidang tersebut juga cenderung minim.

Sehingga estafet dan kelahiran pemusik yang fokus terhadap musik nusantara sangat dibutuhkan untuk melahirkan pemusik nusantara yang handal di bidangnya. 

Ini Kisah Konser Musik yang Menerapkan Protokol Kesehatan, Pakai Masker, Cuci Tangan dan Jaga Jarak

"Sehingga perlu adanya terobosan dalam melahirkan pemusik generasi baru yang bisa melahirkan karya orisinal di bidang musik nusantara," kata Anon, Senin (14/9/2020).

Bersama dengan Yayasan ATSANTI (Atma Nusvantara Jati), Komunitas Seniman Nusantara, didukung oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI pihaknya menyelenggarakan Lomba Aransemen Musik Nusantara Cinta Indonesia (LAMNCI) tahun 2020.

Ketua Yayasan Atsanti Nilo Wardhani menyampaikan, lomba ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air kaum milenial lewat seni musik tradisional dan membuat musik tradisional sebagai tren baru dalam jagad musik Indonesia. 

"Sebagaimana diketahui, kita semua berkepentingan membuat musik tradisional dapat diterima oleh generasi milenial tanpa merusak nilai luhur dan keaslian musik nusantara, dengan demikian pamor dan semangat berkreasi para pelaku seni musik tradisional khususnya pada saat pandemi bisa dipulihkan kembali," jelasnya. 

Anon yang juga salah seorang dewan juri menambahkan, dalam lomba ini peserta diwajibkan untuk mengaransir lagu Kolam Susu ciptaan Yok Koeswoyo Koes-Plus menjadi garapan musik nusantara atau daerah bernuansa baru dengan durasi 3 sampai 5 menit. 

Menonton Konser Musik di Tengah Pandemi Virus Corona, Faktor Keamanan dan Risiko Penularan

Karya tersebut harus merupakan aransemen campuran yang mencakup dua unsur yaitu instrumen dan vokal (putra, putri maupun campuran) serta memuat unsur musik nusantara (daerah) minimal 70% (tujuh puluh persen) dari keseluruhan karya musik.

"Peserta juga boleh menambahkan bahasa daerah dalam lirik lagu aransemen mereka dan aspek penilaian dalam lomba kali ini akan mencakup orisinalitas, harmonisasi, dinamika, penyajian, kreativitas, inovasi, penguasaan instrumen atau skill, serta proporsi unsur nusantara dalam karya yang disampaikan," ujar dia. 

Panitia juga telah menambahkan tenggat waktu pengiriman karya kepada peserta yang berminat hingga 30 September mendatang.

Kegiatan ini juga mendapat antusiasme yang cukup signifikan dari para peserta.

Untuk info lebih lanjut, para peserta dipersilahkan mengunjungi website yakni www.lamnci.id  atau www.atsanti.org. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved