Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Kasus Baru Terus Tinggi, Dewan Sebut Saatnya DIY Memproteksi Diri

Anggota Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid menilai lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 harian tidak hanya dialami DIY, namun hampir di semua daerah.

istimewa
Anggota Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Komisi D DPRD DIY Muhammad Yazid menilai lonjakan jumlah kasus positif Covid-19 harian tidak hanya dialami DIY, namun hampir di semua daerah. 

Ia menyebut, DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara menjadi tolok ukur.

Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan untuk kembali ke awal wabah melanda yakni menerapkan PSBB.

"Apa yang harus dilakukan DIY. Pemerintah harus ketat lagi. Kalau sekarang tidak bisa seperti dulu. Harus punishment orang yang nggak pakai masker dan yang paling penting penanganan Covid-19," bebernya, Senin (14/9/2020).

Menkes Pastikan Jumlah Tempat Tidur di RS di Jakarta Masih Cukup untuk Tangani Pasien Covid-19

Yazid menambahkan, ketika DKI Jakarta menutup diri, maka DIY akan menjadi tujuan apapun.

Mulai dari warga DIY yang mencari nafkah di ibu kota, alasan wisata, urusan bisnis, dan sebagainya.

"DKI ditutup, Yogya jadi tujuan apapun. Wisata dan segala macem. Kalau mulai PSBB, kita harus berpikir ulang memproteksi lagi agar kita tidak jadi korban. Awalnya penanganan DIY bagus, bahkan Jokowi di awal sempat mengatakan DIY terbaik penanganan Covid-19," ujarnya.

Ia pun mengusulkan agar Pemda DIY berani membuat rumah sakit khusus penanganan Covid-19 yang bisa secara khusus menangani pasien Covid-19 dan terpusat di satu tempat tersebut.

Bukan tersebar di 27 rumah sakit rujukan seperti saat ini.

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved