Breaking News:

Ekonomi Nasional Bisa Minus 2% Akibat PSBB DKI Jakarta

PSBB di DKI Jakarta bakal berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang bisa minus 2% year on year (yoy) di akhir tahun 2020

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakilnya, Achmad Riza Patria, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM – Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di DKI Jakarta bakal berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang bisa minus 2% year on year (yoy) di akhir tahun 2020.

Sedangkan bagi DKI Jakarta sendiri, pemberlakukan PSBB itu akan berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal inilah yang bakal punya efek terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi nasional karena ekonomi DKI Jakarta berkontribusi sekitar 16% terhadap ekonomi nasional.

Analisis itu disampaikan Teguh Yudo Wicaksono, Head Research Mandiri Institute. Menurut Teguh, meski ekonomi Jakarta tidak akan kontraksi sedalam kuartal II-2020 yang minus 8,22% yoy, tapi kebijakan itu akan menurunkan tren aktivitas ekonomi yang sudah pulih pada Juli dan Agustus lalu.

Bagi Teguh, PSBB Jakarta akan berdampak luas. Selain ke dunia usaha seperti ritel dan restoran, juga ke pekerjanya. Jadi, konsumsi sebagian masyarakat tersebut akan turun seiring dengan penuruna omzet.

Teguh menilai, Pemprov DKI Jakarta seharusnya bisa lebih mengintervensi konsumsi para pekerja dengan kebijakan seperti bantuan langsung tunai (BLT). 

Sebab, tidak sedikit pekerja di restoran dan pusat perbelanjaan bukan merupakan pekerja paruh waktu, tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, dan memuliki gaji di bawah Rp 5 juta sebulan.  Karenanya, mereka tidak mendapatkan insentif subsidi gaji dari pemerintah pusat yang saat ini sudah berlangsung.

“Memang masalahnya data, tapi data bisa diajukan oleh pengusaha restoran dan mall, mereka mengajukan ke Pemprov DKI Jakarta, kemudian Pemprov lapor ke pemerintah pusat untuk mendapatkan subsidi gaji,” kata Teguh, seperti dilansir Kontan, Senin (14/9/2020).

Teguh berharap, PSBB di Jakarta dapat dijalankan maksimal dan bisa mengatasi penyebaran virus. Sehingga, turunnya aktivitas ekonomi tidak sia-sia, karenanya semakin lama PSBB maka ekonomi makin tertekan. 

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved