Breaking News:

Kota Yogyakarta

Pemkot Yogya Masih Kesulitan Cari Lokasi Shelter OTG Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hingga kini masih kesulitan, untuk merealisasikan shleter isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 berstatus orang tan

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hingga kini masih kesulitan, untuk merealisasikan shleter isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Berbagai upaya terus ditempuh, mengingat angka OTG di kota pelajar mengalami peningkatan.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, rencana untuk menjadikan hotel sebagai shelter, dirasa sulit direalisasikan, karena sebagian besar sudah mulai menerima tamu.

Saat ini, otomatis hanya RS Pratama yang bisa ditempati.

"Kita tidak mungkin mencampur (tamu) dengan OTG. Kita sedang cari alternatif lain, yang sudah pasti bisa dipakai ya RS Pratama, di sana ada delapan bed ya. Jadi, ini shelter pertama bagi pasien OTG di Kota," terang Heroe.

Pemkot Yogya Atasi Pandemi Tanpa Abaikan Sektor Ekonomi

Di samping itu, pihaknya juga tengah berupaya meminta izin menggunakan salah satu fasilitas gedung milik pusat, untuk dijadikan sebagai shelter khusus OTG.

Menurutnya, gedung tersebut memiliki kapasitas yang cukup besar dan hingga sejauh ini memang sama sekali belum terpakai.

"Gedung baru, belum dipakai, meski sebenarnya sudah ada isinya. Ruangannya ada sekitar 42, dengan 84 kamar. Saat ini sedang kita mintakan izin ke kementerian, apakah bisa dipergunakan untuk shelter," ungkapnya.

"Kemudian, RS Lapangan jadi alternatif terakhir manakala kita belum mendapat tempat untuk shelter. Tapi, yang jelas, dalam beberapa hari ini kita tetap mencoba mencari lokasi," tambah Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Ali Fahmi berujar, selain menyiapkan rumah sakit rujukan, Pemkot juga harus segera merealisasikan shelter khusus pasien Covid-19 dengan status OTG.

Menurutnya, jika mereka menjalani isolasi di rumah, dikhawatirkan tidak efektif.

Bersama Merawat OTG Covid-19, Pemkot Yogya Kedepankan Budaya Gotong Royong

Ia mengakui, dalam Peraturan Menteri Kesehatan memang disebutkan bahwa pasien OTG bisa isolasi mandiri di rumah.

Namun, pada prakteknya, sebagian pasien OTG yang punya anak balita dan lansia, tetap tinggal dalam satu rumah sehingga ada risiko terjadi penularan ketika isolasi.

"Untuk saat ini, pengadaan shelter menjadi kebutuhan yang sangat mendesak mengingat semakin banyak jumlah pasien OTG di Kota Yogyakarta," ungkapnya.

"Gedung-gedung milik pemerintah kan bisa digunakan ya, tentu dengan disertai fasilitas penunjang lainnya, termasuk untuk ketercukupan makanan, gizi dan harus rutin dipantau  oleh dokter," pungkas anggota Komisi D itu. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved