Breaking News:

Art and Culture

Pameran Confluence Tirtodipuran Link, Momen Pertemuan Karya Perupa Muda dan Kawakan

Srisasanti Syndicate juga bekerjasama dengan seniman-seniman muda berbakat melalui program manajemen seni.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Yudha Kristiawan
Beberapa karya lukisan yang dihadirkan dalam pameran bertajuk Confluence yang digelar di Tirtodipuran Link dari tanggal 11 September hingga 11 Oktober 2020. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usaha untuk kembali menggairahkan dunia seni rupa di masa pandemi terus dilakukan para pegiat seni tanah air.

Sebagian pameran seni kembali digelar baik dalam format daring maupun secara langsung dengan mentaati protokoler kesehatan.

Kali ini giliran Tirtodipuran Link menggelar pameran bertajuk Confluence.

Di pameran yang dihelat dari tanggal 11 September hingga 11 Oktober baik secara langsung dan daring ini menghadirkan karya dari setidaknya 10 perupa berasal dari Indonesia dan Filipina.

Di pameran ini kita bisa melihat karya perupa dari tanah air yakni Abenk Alter Addy Debil, Anton Afghanial,  Bernandi Desanda, Fauzy Iskandar, Ivan Sagita, Moelyono dan Tommy Wondra. Sementara perupa Filipina ada Alfredo Esquillo Jr dan Marvin Quizon.

Salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran berjudul Confluence ini adalah karya Ivan Sagita berjudul Escaping One Death Falling Into The Embrace of another, Oil on canvas 142 x 200 cm, karya Moelyono bertajuk Berkaca Dulu Oil on canvas, 170 x 270 cm dan karya Tommy Wondra berjudul De Konstruksi #5, Acrylic on canvas, 180 x 200 cm.

Di karya Moelyono berjudul Berkaca Dulu menampilkan kerumunan orang di sebuah tempat dengan beragam karakter dan busana khas seolah olah ingin saling berinteraksi mendiskusikan sesuatu.

Moelyono sendiri di dunia seni rupa dikenal sebagai perupa kawakan yang sudah menggelar banyak pameran baik tunggal maupun pameran bersama.

Untuk pameran tunggalnya, salah satunya pernah menggelar pameran di tahun 2018 bertajuk Amok Tanah Jawa, digelar di Flinders Museum, Adelaide, Australia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved