Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Klaster Warung Soto di Kota Yogya Picu Penurunan Daya Beli Masyarakat

Munculnya klaster soto lamongan di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta berdampak buruk bagi pedagang rumah makan lainnya.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Munculnya klaster soto lamongan di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta berdampak buruk bagi pedagang rumah makan lainnya.

Hal itu turut ditanggapi ketua harian Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

Ia mengatakan, pada prinsipnya Kota Yogyakarta sudah sejak dini menekankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi pelaku usaha kuliner maupun perhotelan.

Penularan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Klaster Warung Soto

Ia menyadari dampak adanya klaster warung soto tersebut memicu penurunan daya beli masyarakat.

"Sekarang salah siapa? Dari dulu kami sudah tekankan, untuk pelaku usaha rumah makan dan perhotelan agar mematuhi protokol kesehatan. Antrean dibatasi, sediakan fasilitas cuci tangan dan lainnya. Itu harus dipatuhi," katanya, Jumat (11/9/2020).

Heroe menambahkan, aturan sanksi terkait pelanggar protokol kesehatan sudah lebih dulu diberlakukan di tingkat kota.

Sementara saat ini, tingkat pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga telah menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) nomor 77 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Klaster Warung Soto di Yogya : 2 Pegawai Dinyatakan Positif Covid-19, Total Kasus Menjadi 25

"Itu kami lebih dulu kan. Sekarang ya mau tidak mau para pelaku usaha dan masyarakat harus bersama-sama disiplin protokol kesehatan," imbuhnya.

Dalam hal ini Pemkot Yogyakarta tidak dapat berbuat banyak selain pendisiplinan masyarakat agar lebih memperhatikan aturan pencegahan Covid-19.

Ia menganggap, selama ini pihaknya telah memberikan kebijakan agar penyebaran Covid-19 di Yogyakarta dapat ditekan.

"Itu kenapa dari dulu saya tekankan supaya Jogja ini kualitas hotel dan resto atau rumah makan benar-benar siap. Dari segi fasilitas kesehatan maupun pelayanan. Supaya Covid-19 dapat ditekan penyebarannya," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved