Breaking News:

Bisnis

Daya Serap Pasar Masih Rendah Menjadi Pemicu Deflasi pada Harga Kebutuhan Pokok

Pada Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan terjadi deflasi sebesar 0,04 persen di wilayah Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag DIY), Yanto Aprianto saat ditemui Tribunjogja.com, pada Jumat (11/09/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan terjadi deflasi sebesar 0,04 persen di wilayah Yogyakarta akibat harga-harga komoditas menurun.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta (Disperindag DIY), Yanto Aprianto mengatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya di beberapa pasar besar di wilayah Yogyakarta seperti pasar Beringharjo, Kranggan, dan Demangan memang daya serap pasar masih rendah.

"Selama pandemi, nilai kebutuhan konsumsi pangsa pasar seperti hotel, rumah makan, dan restoran menurun drastis. Akibatnya, daya serap terhadap produk pun mengalami perlambatan," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (11/09/2020).

Padahal, berdasarkan data Disperindag DIY jumlah kunjungan pasar mengalami pergerakan.

Giatkan Pemasaran Digital, Pedagang di Pasar Beringharjo Akan Bisa Berjualan Melalui E-Commerce

Ia mengatakan, sekitar 70 persen mulai ada perbaikan kunjungan pembeli ke pasar dibandingkan dengan lima bulan lalu hanya sekitar 40 persen saja.

"Kalau aktivitas masyarakat ke pasar pada Agutus dan September ini, ada pergerakan dibandingkan Maret sampai Juli lalu. Namun, meningkatnya pengunjung tak dibarengi dengan naiknya permintaan produk," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat pandemi yang menyerap komoditi pasar kebanyakn dari sektor rumah tangga.

Padahal, selama ini daya serap tertinggi didapatkan melalui sektor hotel, restoran, hingga rumah makan.

"Akibatnya, persediaan pasokan komoditas berbanding terbalik dengan permintaan. Alhasil, banyak produk tidak terserap pasar dijual dengan harga yang lebih murah," tuturnya.

Tentunya, keadaan tak seimbangnya antara permintaan yang sedikit namun persediaan berlimpah membuat harga menjadi merosot sehingga deflasi pun terjadi.

Start Up Fitinline di Yogyakarta Manfaatkan Pasar Digital pada Masa Pandemi

Sementara itu, ia menambahkan, untuk saat ini pasokan kebutuhan pangan masih tetap terjaga.

"Persediaan pangan masih aman malahan diperdiksi akan berlebih khususnya komoditi beras yang sebentar lagi akan memasuki musim tanam," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved