Breaking News:

Bisnis

Pemerintah Akan Menambah Jumlah Penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro

Untuk mempercepat proses pendataan dan verifikasi tersebut, maka dilakukan Forum Konsultasi Penyaluran BPUM di Royal Ambarrukmo, Kamis (10/9/2020).

TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman membuka Forum Konsultasi Penyaluran BPUM di Royal Ambarrukmo, Kamis (10/9/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah akan menambah kuota jumlah penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Untuk mempercepat proses pendataan dan verifikasi tersebut, maka dilakukan Forum Konsultasi Penyaluran BPUM di Royal Ambarrukmo, Kamis (10/9/2020).

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman menjelaskan bahwa pada masa ini Presiden sangat memberikan perhatiannya pada sektor usaha mikro, sektor usaha yang sangat rentan berhenti usahanya karena terdampak pandemi Covid-19.

Pertemuan Forum Konsultasi Penyaluran Bantuan bagi pelaku usaha mikro ini, ini pun dilaksanakan dengan tujuan untuk pemantapan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan serta percepatan penyaluran program bantuan bagi pelaku usaha mikro.

AP I Salurkan Bantuan Pinjaman Kemitraan Bagi Pengusaha Kecil di Wilayah Yogyakarta

Dalam kesempatan itu ia menyatakan bahwa perkembangan program ini, termasuk program yang sangat cepat dilaksanakan.

Dari catatannya, bantuan ini telah disalurkan kepada lebih dari 5,6 juta pelaku usaha mikro yang tersebar di 34 Provinsi dengan total bantuan yang sudah tersalurkan jumlah bantuan sebesar Rp 13,4 triliun.

"Insyaallah sebelum akhir september sebanyak 9,16 juta pelaku usaha mikro sudah menerima Banpres dengan total anggaran Rp 22 triliun. Saat ini kami sudah mengajukan ke kementerian keuangan untuk memberikan tambahan pagu. Karena kami optimis ini bisa tercapai," ucapnya.

Semula, penerima bantuan ditargetkan untuk 12 juta pelaku UMKM, dan pihaknya akan menaikan target penerima jadi 15 juta. Untuk tercapainya target itu, maka diperlukan bantuan dari pemerintah daerah dalam memberikan data sekaligus verifikasi.

"Karena kita tidak hanya menyalurkan, tapi ketepatan sasaran juga bagian yang sangat penting," imbuhnya.

Pendataan UMKM Calon Penerima Bantuan Presiden Akan Ditutup 11 September

Maka dari itu ia mengajak pada para pelaku UMKM untuk mengajukan diri karena kesempatan itu masih terbuka.

Melalui BPUM, para pelaku UMKM bisa mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta.

"Tapi sesegera mungkin, karena kami juga ingin sesegera mungkin menyalurkan. Karena itu, forum yang kita lakukan ini bertujuan mempercepat penyaluran melalui koordinasi, sekaligus untuk memastikan ketepatan sasaran," ungkapnya.

Adapun menilik dari postur pelaku usaha di Indonesia, sebesar 99,99 persen populasi usaha di Indonesia terdiri dari Koperasi & UMKM.

Pelaku usaha UMKM menyumbangkan setidaknya 60% Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, menyerap 97% tenaga kerja dan berkontribusi atas 14,17% ekspor nasional.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved