Breaking News:

Kronologi Bentrok Antar-kampung di Jayapura yang Dipicu Masalah Batas Wilayah, Kapolda Turun Tangan

Kronologi Bentrok Antar-kampung di Jayapura yang Dipicu Masalah Batas Wilayah, Kapolda Turun Tangan

Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI
Suasana Jembatan Youtefa, Kota Jayapura, Papua, sebelum diresmikan, Sabtu (26/10/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, JAYAPURA - Tujuh orang terluka dalam bentrok antar-kampung di wilayah Holtekam, Kota Jayapura, Papua pada Kamis (10/9/2020).

Bentrokan ini dipicu permasalahan perebutan batas wilayah adat antara Kampung Nafri dengan Kampung Enggros.

Sejak siang hari, massa dari Kampung Nafri bentrok dengan massa dari Kampung Enggros di dekat Jembatan Youtefa dan menyebabkan akses jalan tersebut tidak bisa dilalui warga.

Pada petang hari, terlihat ada satu gubuk terbakar dan massa dari kedua kampung masih berjaga-jaga dengan membawa senjata tajam.

Hanya sekatan dari aparat keamanan yang menghalangi kedua kelompok massa.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw yang langsung menemui para tokoh adat, mengonfirmasi bila akibat bentrokan tersebut mengakibatkan tujuh orang dari kedua kampung mengalami luka-luka.

"Informasi (korban luka) empat (warga Kampung Enggros) dan tiga (kampung Nafri)," ujar Paulus.

Pertikaian antar-kedua kampung tersebut, terang Paulus, berawal dengan adanya pergeseran patok batas wilayah adat.

Akibatnya, terjadi adu argumen antar-warga yang memicu bentrok sejak pukul 14.00 WIT.

Ternyata Begini Cara KKB Papua Cari Anggota Baru, Sekarang Mereka Pilih Kembali ke NKRI

Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua Catat 263 Warga di Nduga Tewas Akibat Konflik Sosial

Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw
Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw (KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)

Paulus menuturkan, pertikaian mengenai batas wilayah adat di Papua sangat rumit dan hanya bisa diselesaikan oleh jalur adat.

"Masalah ini biasanya kami akan selesaikan di para-para adat, nanti kami akan coba mediasi antara kedua pihak yang bertikai,

kami akan undang para kepala suku, ondoafi, ketua LMA dan juga dari pihak pemerintah daerah agar bisa di selesaikan dengan baik," kata dia.

Setelah dilakukan mediasi, akhirnya massa setuju untuk membuka akses jalan pada malam hari.

Namun, mereka masih berada di lokasi kejadian untuk menunggu kabar dari kerabat mereka yang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bentrok Antar-kampung di Papua, Akses Jembatan Youtefa Tertutup, 7 Orang Terluka

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved