Breaking News:

Update Corona di Magelang

Tradisi Saparan Diperbolehkan Asal Ajukan Izin dan Dilaksanakan Secara Terbatas

Bupati Magelang, Zaenal Arifin, memperbolehkan tradisi Saparan, tetapi dengan beberapa catatan yang harus dipatuhi.

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Bupati Magelang, Zaenal Arifin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Bupati Magelang, Zaenal Arifin, memperbolehkan tradisi Saparan, tetapi dengan catatan, harus mengajukan izin ke gugus tugas, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah peserta yang dibatasi, tanpa kerumunan.

"Kami berkomunikasi dengan camat yang khusus di wilayahnya terdapat Tradisi Saparan ini. Seperti di Ngablak. Karena memang tradisi, mereka tetap mengadakan acara itu dengan jumlah terbatas," kata Zaenal, Rabu (9/9/2020) saat memberikan keterangan kepada wartawan saat press conference penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang di Rumah Dinas Bupati Magelang, Rabu (9/9/2020).  

Zaenal mengatakan, acara tersebut harus dilaksanakan dengan cara terbatas.

Pemkab Magelang Belum Izinkan Wisata Air Dibuka Kembali

Tak mengundang sanak atau famili dan hanya dilaksanakan secara internal saja.

"Tidak mengundang dari sanak famili dan sebagainya, tapi tradisi tetap berjalan dengan jumlah terbatas," tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Magelang harus mengajukan permohonan izin ke Gugus Tugas Kabupaten Magelang.

Izin dari gugus tugas itu sebagai dasar pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Seluruh penyelenggara kegiatan di kabupaten magelang, harus mengajukan permohonan izin ke gugus tugas kab magelang. Dasar dari gugus tugas yang akan mendasari kegiatan itu dilaksanakan sesuai usulan kegiatan di masyarakat." tutur Zaenal. 

Update Covid-19 di Kabupaten Magelang 6 September 2020, Zero Case Konfirmasi Corona

Lanjut Zaenal, gugus tugas tentunya tak akan sembarangan memberikan izin tanpa melihat kondisi epidemiologi di wilayah penyelenggaraan kegiatan.

Jika dari gugus tugas dan dinas kesehatan secara epidemiologi melihat itu aman, maka diperbolehkan.

Jika tidak, ya tidak.

"Gugus Tugas tentu memberikan izin mendasari kondisi epidemiologi di wilayah. Dari dinkes yang akan memberikan rujukan, suatu kegiatan boleh dikerjakan atau tidak itu mendasarkan kajian epidemiologi," katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved