Breaking News:

Bisnis

Start Up Fitinline di Yogyakarta Manfaatkan Pasar Digital pada Masa Pandemi

Usaha rintisan yang bergerak pada bidang fesyen berdiri sejak tahun 2012, berlokasi di jalan Pangeran Wirosobo, Umbulharjo, kota Yogyakarta bidik pelu

Istimewa
Suasana kantor Fitinline jalan Pangeran Wirosobo, Umbulharjo, kota Yogyakarta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya pandemi Corona, membuat sektor ekonomi mengalami perlambatan khususnya bagi pelaku usaha.

Namun, banyak juga pelaku usaha yang memanfaatkan momen ini untuk meraup untung yang lebih banyak satu di antaranya Fitinline.

Usaha rintisan yang bergerak pada bidang fesyen berdiri sejak tahun 2012, berlokasi di jalan Pangeran Wirosobo, Umbulharjo, kota Yogyakarta bidik peluang pasar saat pandemi untuk meningkatkan omzet.

Founder dan CEO Fititiline, Istofani Api Diany menuturkan, selama pandemi penjualan dan permintaan layanan jasanya meningkat.

"Awalnya kami bergerak pada bisnis menjahit secara online. Namun, selama pandemi permintaan yang meningkat itu terhadap material kain. Melihat peluang itu, penjualan kain pun digiatkan," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (09/09/2020).

Gerakkan Ekonomi Kreatif, Virtual Culture Fashion Fest 2020 Digelar di Tebing Breksi Yogyakarta

Material kain yang banyak permintaan, lanjut Istofani, merupakan bahan dasar dari pembuatan alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat.

Mendapatkan material bahan kain pembuatan APD yang bagus tidak mudah. Dirinya harus beberapa kali impor untuk memenuhi permintaan pelanggan.

"Permintaan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal. Dalam sehari sekitar 1000 meter kain bisa terjual. Kalau hanya mengharapkan stok dalam negeri akan susah maka impor pun dilakukan," ujarnya.

Pelanggannya pun sudah menyasar pada perusahaan-perusahaan besar terutama pada sektor mode di tanah air.

Bertahannya usaha yang digeluti wanita asal Kebumen, Jawa Tengah pada masa pandemi. Tak lepas dari konsep pemasaran yang ditekan kan pada penjualan secara daring.

APPMI DIY Gencarkan Fashion Virtual sebagai Wadah Penjualan Daring

"Untuk berjualan daring sebenarnya sudah berlangsung sejak 8 tahun lalu. Namun, pergerakannya tak semasif sekarang yang sudah menggunakan berbagai platform media," tuturnya.

Ia mengatakan, saat ini pemanfaatan media digital untuk pemasaran memang harus digalakkan. Jika, hanya mengharapkan pasar konvensional kenaikan penjualan akan mengalami perlambatan.

Pengusaha pun harus jeli dalam menangkap sinyal pasar. Sehingga, masa pandemi bisa menjadi momen untuk memperluas pemasaran secara digital.

"Saat ini, pelaku usaha dituntut untuk lebih bijak dalam melihat kesempatan. Apalagi terkait dengan pasar yang menjadi penentu dari berkembangnya suatu bisnis," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved