Update Corona di DI Yogyakarta

Sekda DIY Sesalkan Banyak Warga yang Masih Abai Pakai Masker

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji meminta semua warga tak terkecuali untuk kembali berpatokan pada protokol kesehatan.

Tayang:
Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masih ditemukannya masyarakat yang tidak memakai masker DIY, membuat Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji meminta semua warga tak terkecuali untuk kembali berpatokan pada protokol kesehatan.

"Semalam (Selasa) saat operasi kita masih banyak menemukan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Saya minta seluruh masyarakat mari bersama-sama berpartisipasi menegakkan protokol kesehatan," bebernya, Rabu (9/9/2020).

Aji menegaskan bahwa seharusnya bukan petugas yang mengingatkan mereka, tapi mereka mengingatkan satu sama lain.

Sekda DIY Bolehkan Bus Pariwisata Masuk Yogyakarta Hanya Separuh Kapasitas

Terlebih sesuai Pergub 77/2020 sudah ada sanksi sosial yang bisa dikenakan kepada mereka yang melanggar, baik perorangan maupun tempat usaha.

"Banyak bukti kerumunan dan tanpa masker menimbulkan penularan Covid-19. Misal PKL, di lokasi-lokasi yang orang berkerumun. Bukan mengandalkan petugas. Petugas hanya membuktikan masih banyak pelanggaran," bebernya.

Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY tersebut mengatakan bahwa upaya penegakan serupa akan terus dilakukan dan menyasar lokasi yang berpotensi tinggi kerumunan.

1 PKL Positif Covid-19, Pemkot Yogya Belum Ambil Kebijakan Penutupan Sementara Malioboro

"Tempat wisata, mall, pasar, tempat nongkrong kayak nol kilometer. Satu tempat duduk dipakai tiga orang padahal sudah ada tandanya," ucap Aji.

Ia juga memberikan pandangan mengenai PKL Malioboro setelah satu PKL meninggal karena Covid-19.

"Teman-teman di kota kembali mengevaluasi penataan PKL supaya lebih berjarak dan alur pengunjung Malioboro harus dipastikan lagi pada saat di berbelanja di suatu tempat agar tidak himpit-himpitan. Bisa jadi yang terinfeksi bukan sesama pembeli tapi kalau sampai penjualnya semua yang berkunjung di situ patut kita lakukan tracing. Saya support teman kota kembali menata PKL supaya berjarak," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved