Breaking News:

Jawa

Adaptasi Kebiasaan Baru, Penjualan Tanaman Hias di Klaten Mulai Meningkat

Memasuki masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru penjualan tanaman hias di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai mengalami peningkatan.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana satu kios tanaman hias di Jalan Soeradji Tirtonegoro, Tegalyoso, Klaten Selatan, Klaten, Rabu (9/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Memasuki masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru penjualan tanaman hias di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah mulai mengalami peningkatan.

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para pedagang tanaman hias di masa pandemi Covid-19.

Sebelumnya, sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Klaten sejak pertengahan Maret 2020 lalu, penjualan tanaman hias sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Namun sejak dua bulan terakhir, penjualan tanaman hias di Klaten mulai mengalami peningkatan.

Satu contohnya diungkapkan seorang penjual tanaman hias, Anissa, ketika ditemui Tribunjogja.com, di kios miliknya Jalan Soeradji Tirtonegoro, Tegalyoso, Klaten Selatan, Klaten.

PLN UP3 Klaten dan PLN UP3 Surakarta Tandatangani MoU dengan Kejaksaan Negeri Boyolali

"Kalau sekarang sudah mulai meningkat penjualannya dibanding beberapa bulan lalu saat baru-baru muncul kasus Covid-19," ujarnya Rabu (9/9/2020).

Menurutnya, adapun tanaman hias yang paling banyak diburu akhir-akhir ini oleh pembeli yakni jenis kalatea, aglaonema hingga berbagai jenis palm.

"Dua bulan terakhir sudah mulai banyak pembeli, tapi nggak semua jenis tanaman, kebanyak itu yang dibeli oleh pelanggan ya jenis tanaman indoor seperti jenis kalatea, aglaonema hingga berbagai jenis palm," urainya.

Kata dia, dalam dua bulan terakhir minimal dalam sepekan pihaknya bisa menjual 10 tanaman hias berbagai jenis.

Selain itu, tanaman hias yang dijualnya juga terdiri dari beragam jenis dengan harga yang juga bervariasi tergantung ukurannya, mulai dari yang termurah Rp 3,5 ribu hingga harga jutaan.

Pelajar SD dan SMP di Klaten Bakal Terima Bantuan Kuota Internet 35 Gb Perbulan

"Kalau perhari saya kurang bisa memastikannya, soalnya nggak menentu, tapi dalam sepekan itu minimal 10 tanaman bisa terjual," tambahnya.

Di sisi lain, untuk pembeli, kata dia berasal dari berbagai daerah yang berada di Klaten.

"Rata-rata pembeli masyarakat Klaten dan kebanyakan memang hobi bercocok tanam," imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved