Breaking News:

Depresi Pascamelahirkan yang Perlu Diwaspadai, Efeknya Bisa Sangat Serius!

Depresi pascamelahirkan dapat terjadi dalam beberapa minggu pertama merawat bayi yang baru lahir.

ist/fatherly
Bayi dan ibu depresi baby blues syndrome 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak wanita mengalami baby blues setelah melahirkan. Kondisi ini bisa berupa perubahan suasana hati, merasa sedih, cemas atau kewalahan.

Bahkan kerap kali tiba-tiba menangis, kehilangan nafsu makan, atau sulit tidur.

Baby blues sebenarnya akan hilang dalam beberapa hari atau bisa juga dalam hitungan minggu. Gejalanya tidak parah dan tidak membutuhkan pengobatan.

Namun ada pula depresi pascamelahirkan yang bisa berlangsung lebih lama dan lebih parah

Efeknya bisa berupa munculnya perasaan putus asa, perasaan tidak berharga hingga bisa kehilangan ketertarikan pada bayi.

Dalam tahapan yang ekstrem, ibu bayi bisa juga berpikir untuk menyakiti diri sendiri dan bayinya.

Dalam kondisi seperti ini, maka mereka perlu mendapatkan perawatan medis segera.

Apa itu depresi pascamelahirkan?

Depresi pascamelahirkan dapat terjadi dalam beberapa minggu pertama merawat bayi yang baru lahir.

Kebanyakan ibu baru merasa cemas, sedih, frustrasi, lelah, dan kewalahan. Terkadang dikenal sebagai "baby blues", perasaan ini menjadi lebih baik dalam beberapa minggu.

Halaman
1234
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved