KKN-PPM UGM Bantu Warga Desa Brubuh, Ngawi Kembangkan Sektor Wisata Ala Milenial  

KKN-PPM UGM Periode 2 Juni - Agustus 2020 di Kecamatan Jogorogo, Ngawi, khususnya Desa Brubuh dan Desa Jaten

ist
KKN-PPM UGM Bantu Warga Desa Brubuh, Ngawi Kembangkan Sektor Wisata Ala Milenial   

TRIBUNJOGJA.COM - KKN-PPM UGM Periode 2 Juni - Agustus 2020 di Kecamatan Jogorogo, Ngawi, khususnya Desa Brubuh dan Desa Jaten berhasil melaksanakan 94 program KKN.

Sebagian besar program berupa master plan dan buku profil desa, buku saku, peta, leaflet, dan poster mengingat masih banyak masyarakat yang belum menggunakan ponsel pintar dan spot-spot tanpa sinyal di dalam desa.

Bagi generasi milenial desa disiapkan pula 13 video, 2 podcast, 2x webinar strategi promosi desa wisata dan pelestarian kerajinan bambu, serta pembaharuan tampilan website dan instagram desa.

“Setelah berkomunikasi secara daring dengan perangkat desa, para mahasiswa berhasil menyelesaikan penyusunan master plan Desa Jaten dan buku profil Desa Wisata Brubuh versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Selain itu, ada lebih dari 32 buku panduan, leaflet dan poster serta 5 peta, 2 artikel pengabdian dan produk milenial lainnya yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN. Semuanya demi masyarakat sejahtera, namun flora-fauna, lanskap dan sumber air di Gunung Lawu tetap lestari,” ungkap Atus Syahbudin selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM (31/8/2020).

Dalam masa pandemi COVID-19, mahasiswa KKN dituntut agar kreatif, berpikir kritis dan mampu berkomunikasi secara daring dengan luwes.

KKN-PPM UGM Bantu Warga Desa Brubuh, Ngawi Kembangkan Sektor Wisata Ala Milenial  
KKN-PPM UGM Bantu Warga Desa Brubuh, Ngawi Kembangkan Sektor Wisata Ala Milenial   (ist)

Hal ini sesuai dengan arahan Kepala Subdirektorat KKN Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Dr. Ir. Ambar Kusumandari, M.E.S. dan Koordinator Wilayah Jawa Timur, Dr. Moh. Masrukhi, M.Hum.

Menurut Zulfa Parulian Alzuhdy selaku Koordinator Mahasiswa Unit KKN Jogorogo, program-program tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, seperti peningkatan kapasitas masyarakat Desa Wisata Brubuh berupa penyusunan buku saku Bahasa Inggris bagi pemandu desa wisata, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan pengolahan produk berbasis hasil pertanian lokal, sosialisasi sertifikasi produk pangan-industri rumah tangga (SPP-IRT), psikoedukasi self-acceptance pada remaja putri dan mindful parenting.

Program Menuju Desa Brubuh Tangguh COVID-19 berupa sosialisasi tata cara berkumpul di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan edukasi pelaksanaan pariwisata dalam masa COVID-19, pentingnya peran orangtua meningkatkan motivasi anak saat pembelajaran online, serta pembuatan materi belajar matematika 6 SD.

Selanjutnya, ada penyusunan Profil Desa Brubuh berupa pembuatan story maps, materi struktur pemerintahan dan kelembagaan masyarakat, statistik kependudukan, potensi olahan pertanian, pengenalan potensi wilayah dalam aspek geografi, pembuatan peta tematik desa digital/konvensional, infografis monografi, dan sosialisasi manfaat menjadi desa wisata.

Adapun mengenai peningkatan nilai jual hasil pertanian dilakukan pembuatan skema distribusi pengelolaan hasil pertanian sebagai peningkatan nilai jual produk mandiri desa, sosialisasi penanganan pasca-panen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen dan pembuatan buku panduan budi daya telang.

Sementara itu, permasalahan di Desa Jaten cukup beragam. Salah satunya keinginan untuk dibangunnya rest area.

Untuk itu dibutuhkan sebuah masterplan sederhana yang meliputi desain bangunan, potensi desa dan kelemahannya. Potensi dan permasalahan digali dari komunikasi dengan perangkat desa, buku acuan, dan RPJM Desa.

Lalu program edukasi pertanian dan peternakan berupa pembuatan materi tutorial mengenai POC (Pupuk Organik Cair) dengan Teknologi Tepat Guna ember tumpuk, biochar, dan sosialisasi Desa Apps.

Program terkait perlengkapan administrasi desa antara lain pembuatan peta desa tentang penggunaan lahan, peta Ruang Terbuka Hijau, peta persebaran Eco-Tourism, dan peta persebaran home stay.

Dalam upaya peningkatan kesehatan dan well-being disusun buku Tanaman Obat Keluarga, Pola Gizi Seimbang, dan Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Tepat).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved