Breaking News:

Bali, DKI Jakarta dan Yogyakarta Mengalami Kontraksi Ekonomi Paling Dalam

Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta mengalami kontraksi ekonomi paling dalam di tengah pandemi Covid-19.

dok.istimewa
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNJOGJA.COM -- Presiden Joko Widodo menyebut Bali, DKI Jakarta, dan Yogyakarta mengalami kontraksi ekonomi paling dalam di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Presiden Jokowi, pandemi Covid-19 membuat kegiatan pariwisata mengalami penurunan besar akibat pembatasan pergerakan manusia.

"Bali minus 10,98% karena ini memang turis wisata betul-betul sangat mendominasi ekonomi di Bali sehingga kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi di Bali terkontraksi tajam," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur secara virtual di Istana Bogor, seperti dilansir Kontan, Selasa (1/9/2020).

DKI Jakarta juga mengalami kontraksi minus 8,82% pada kuartal kedua. Sedangkan Yogyakarta mengalami kontraksi sebesar minus 6,74%.

"Yang lain-lain berada pada posisi hampir seperti rata-rata nasional kita," terang Jokowi.

Sebagai informasi, pada kuartal kedua pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar minus 5,32%. Padahal sebelumnya pada kuartal pertama Indonesia masih meraih pertumbuhan positif 2,97%.

Meski begitu, provinsi Papua dan Papua Barat masih mencatat pertumbuhan positif di kuartal kedua tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi di Papua sebesar 4,25% dan Papua Barat 0,25%.

Jokowi mendorong agar Gubernur terus mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga nantinya bisa memacu konsumsi masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi kembali positif di kuartal III.

Editor: Victor Mahrizal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved