Breaking News:

Pilkada Kota Magelang 2020

Bakal Paslon Pilkada 2020 Kota Magelang Tak Boleh Bawa Massa Pendukung saat Mendaftar ke KPU

Pendaftaran bakal paslon wali kota dan wakil wali kota Magelang dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi Pilkada serentak 2020 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pendaftaran bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020 bakal berbeda dengan pendaftaran pada pemilihan sebelumnya.

Pasalnya, pendaftaran bakal paslon dilaksanakan dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Magelang, Bambang Sarwodiono, mengatakan pendaftaran bakal pasangan calon nanti akan berbeda dengan seperti biasanya.

Jumlah orang akan dibatasi, tidak boleh ada kerumunan, dan ada prosedur yang wajib dipatuhi.

"Pendaftaran kali ini berbeda dengan seperti biasanya. Pendaftaran akan menerapkan protokol kesehatan dan mencegah kerumunan," ujar Bambang, Minggu (30/8/2020).

KPU Kota Magelang Umumkan Jadwal Pendaftaran Bakal Paslon yang Akan Dimulai Pada 4-6 September 2020

Aji Tak Beban Meski Maju dengan Status Putra Wali Kota Magelang

Sesuai pengumuman dari KPU Kota Magelang Nomor 343/PL.02.2-Pu/3371/Kota/VIII/2020 tentang Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang Tahun 2020, ada ketentuan pendaftaran yang mesti dipatuhi.

Beberapa di antaranya, pengurus parpol atau gabungan parpol dan bakal pasangan calon wajib hadir saat pendaftaran.

Ketentuannya hanya dihadiri oleh ketua, sekretaris partai, bakal pasangan calon, penghubung dan pengiring.

"Bahwa nanti itu yang datang dari pasangan calon sendiri. Paslon. Pengurus partai dan sekretaris, harus datang pengurus dan sekretaris. Kemudian penghubung, dan enam pengiring. Yang boleh masuk ke ruangan, hanya bakal paslon dan pengurus partai atau gabungan parpol, sekretaris dan ketua, kemudian Bawaslu Kota sebagai pengawas dan penghubung yang boleh masuk ke dalam ruangan," ujar Bambang.

Dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon dimasukkan ke dalam map dan ditulis dengan huruf kapital bakal paslon dan parpol atau gabungan parpol.

Dokumen dibungkus dengan bahan yang tahan zat cair, dua rangkap, satu rangkap asli dan satu rangkap salinan dalam bentuk hardcopy dan softcopy berformat PDF.

"Dokumen yang diserahkan kepada petugas pendaftaran, harus dibungkus plastik. Tahan zat cair, karena akan disemprot dengan disinfektan," tuturnya.

Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru di Kota Magelang Diberlakukan, Bikin Hajatan Harus Seizin Wali Kota

Usung Aji dan Windarti di Pilkada Kota Magelang, PDIP Targetkan 64 Persen Suara

Saat mendaftar, bakal pasangan calon atau partai politik harus berkoordinasi dulu dengan KPU Kota Magelang. Hal ini untuk menghindari terjadinya waktu bersamaan dengan bakal paslon lain yang akan mendaftar.

"Hal ini juga agar kami bisa membersihkan ruangan, disemprot dengan disinfektan. Petugas juga memakai APD lengkap, kaus tangan, face shield, dan masker. Sementara, alat tulis membawa sendiri-sendiri," kata Bambang.

Saat mendaftar, bakal pasangan calon, partai politik, atau gabungan partai politik tidak diperbolehkan membawa massa atau pendukung.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kerumunan sebagai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Tidak diperbolehkan membawa massa atau pendukung. Menghindari kerumunan. Sejauh ini ada yang konsultasi beberapa, parpol datang ke kami meminta untuk form-formnya," pungkas Bambang. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved