Breaking News:

Sleman

Ratusan Pengajuan Verifikasi, Dinpar Sleman Terapkan FIFO

Dinas Pariwista Sleman menerapkan FIFO (First In First Out) dalam melakukan verifikasi dan memberikan rekomendasi.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman meminta obyek wisata, tempat hiburan, dan usaha jasa pariwisata yang belum penuhi protokol kesehatan untuk menuda uji coba terbatas. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengatakan jika sudah siap dengan protokol kesehatan pihaknya tidak akan melarang.

Namun pihaknya juga perlu melakukan verifikasi terkait kesiapan itu.

"Tergantung kesiapan masing-masing. Tetapi kalau belum siap, kami tidak menyarankan untuk buka. Kalau sudah siap dengan protokol kesehatannya silahkan untuk membuka,"katanya, Jumat( 28/08/2020).

Protokol Kesehatan dan Jadwal Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Pemkab Sleman

"Destinasi alam sudah banyak yang buka, seperti Breksi, candi, seputar Kaliurang. Usaha pariwisata juga sudah, kafe, resto, hotel, karaoke. Sudah kami berikan rekomendasi, boleh buka asalkan protokol kesehatan tetap jalan,"sambungnya.

Saat ini, ungkapnya sudah ratusan obyek wisata, usaha jasa pariwisata, dan tempat hiburan yang mengajukan proses verifikasi.

Namun belum semua mendapat rekomendasi. 

Pihaknya menerapkan FIFO (First In First Out) dalam melakukan verifikasi dan memberikan rekomendasi.

Artinya siapa yang lebih dulu mengajukan permohonan, itulah yang akan lebih dulu mendapat rekomendasi. 

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved