Breaking News:

Kota Yogya

Ini Respon Wakil Wali Kota Yogyakarta Saat Jokowi Bagikan Paket Sembako untuk Warganya

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi turut memantau pemberian paket sembako Presiden Joko Widodo di Gedung Agung, Yogyakarta.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroa Poerwadi pastikan pembagian berjalan tertib, Jumat (28/8/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi turut memantau pemberian paket sembako Presiden Joko Widodo di Gedung Agung, Yogyakarta pada Jumat (28/8/2020).

Dalam kesempatannya, Heroe mengatakan pemberian sembako atas keinginan presiden Joko Widodo.

Heroe memperkirakan ada seribu paket sembako yang diberikan oleh Joko Widodo.

"Ada sekitar 1000 paket sembako. Ini keinginan dari pak Presiden sendiri memang," katanya disela-sela pemantauan sore ini.

Wali Kota Lantik 139 Pejabat Tinggi, Administor dan Pengawas Pemkot Yogya

Ia menambahkan, meski dalam jumlah yang sangat banyak, para calon penerima bantuan tetap dianjurkan agar mematuhi protokol kesehatan.

Pembagian sembako dikhususkan bagi warga kurang mampu di Yogyakarta. Pantauan Tribunjogja.com, banyak dari pedagang Pasar Beringharjo dan Malioboro turut mengantre.

"Tapi tetap kami anjurkan untuk jaga jarak," ungkapnya.

Heroe belum mengetahui apakah Joko Widodo akan bermalam di Yogyakarta atau usai pemberian sembako akan kembali ke Jakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Imbau Mahasiswa dari Luar Daerah Bisa Datang Sejak Agustus, Ini Alasannya

Pembagian sembako rupanya bukan dinikmati warga Yogyakarta saja, seorang penerima sembako, Romlan Handoyo Leksono mengatakan, ia datang dari Purworejo untuk menanti perayaan 10 Muharam.

Lantaran adanya pembagian sembako, pria asal Purworejo ini pun turut menerima bantuan tersebut.

Ia mengaku terbantu adanya bantuan tersebut.

Romlan mendapat bingkisan beripa beras 5 Kg, Gula Pasir 1 Kg, minyak 1 liter dan satu bungkus teh celup.

"Tadinya ingin ke acara gamelan sekaten. Ternyata tidak ada karena Covid-19. Ya ini untuk bekal terpaksa saya ambil," tutup pria asal Kecamatan Butuh ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved