Breaking News:

Geotronix Indonesia Perkenalkan Drone LiDAR dengan Memetakan UPN Veteran Yogyakarta

Hal tersebut terwujud berkat kerja sama antara Teknik Geomatika UPN Veteran Yogyakarta dengan Geotronix Indonesia.

DOK. Teknik Geomatika UPN Veteran Yogyakarta
Kerja sama antara Teknik Geomatika UPN Veteran Yogyakarta dengan Geotronix Indonesia. 

TRIBUN-JOGJA.com - Geotronix Indonesia sebagai distributor pesawat nirawak atau drone pemetaan tercanggih di dunia Microdrones, memperkenalkan sekaligus memamerkan kegunaan drone Light Detection and Ranging (LiDAR)

Mereka memperkenalkan itu dengan melakukan pemetaan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Rabu (26/8/2020).

Hal tersebut terwujud berkat kerja sama antara Teknik Geomatika UPN Veteran Yogyakarta dengan Geotronix Indonesia.

Lebih lanjut, untuk memetakan lahan UPN Veteran Yogyakarta yang berukuran kurang lebih 14 hektar, Geotronix menggunakan wahana Microdrones tipe md4-1000, sensor mdLiDAR1000, dan kamera foto.

Dalam sekali terbang selama 30 menit, Microdrones pun dapat mencapai akurasi data hingga fraksi centimeter, sehingga langsung menghasilkan foto udara dan data LiDAR yang terintegrasi.

Nantinya, data yang diperoleh dari pemetaan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkaya proses kegiatan belajar mengajar di Program Studi Teknik Geomatika UPN Veteran Yogyakarta.

Sebagai informasi, drone memang sering digunakan dalam dunia survei dan pemetaan karena dipercaya lebih efisien, serta membutuhkan sedikit waktu dan sumber daya manusia (SDM).

Sementara itu, metode LiDAR yang menggunakan prinsip pantulan laser untuk mendeteksi dan menentukan jarak objek yang ada di permukaan bumi, mampu menghasilkan data lebih akurat.

Adanya sensor LiDAR dalam sebuah drone, menjadikan survei LiDAR sebagai metode pemetaan yang paling efisien saat ini.

Microdrones sendiri merupakan satu-satunya produsen drone di dunia yang melakukan pengolahan data, pengembangan, pengintegrasian, dan penyempurnaan wahana sensor LiDAR, kamera, serta software-nya pada satu atap di Siegen, Jerman.

Tak hanya pemetaan, pada kesempatan tersebut Geotronix juga menandatanganan kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) UPN Veteran Yogyakarta.

Bukan kali ini saja, Geotronix Indonesia memang rutin dan konsisten menjalin kerja sama dengan beberapa institusi pendidikan tinggi, serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Indonesia.

Adapun beberapa kerja sama yang telah dilakukan antara lain kuliah umum serta pelatihan penggunaan alat survei dan pemetaan, hibah software dan hardware, peminjaman alat survei untuk penyusunan skripsi dan tesis, penelitian, serta berbagai kegiatan sejenis.

Geotronix Indonesia berharap, pemaparan teknologi mutakhir dapat memperluas wawasan mahasiswa sehingga setelah lulus, mereka akan lebih siap terjun ke industri dan dunia kerja.

Penulis: Inadha Rahma Nidya
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved