Sleman

Promosi Pariwisata Sleman, Sinergi Pemerintah dan Media Sangat Penting

Dengan kehadiran media, baik elektronik maupun cetak, diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik dan membangkitkan ekonomi.

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Digital Manager Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan memberikan materi terkait tren foto dan video untuk promosi pariwisata new normal dalam seminar terbatas Strategi Promosi Pariwisata Sleman Era New Normal dalam Sudut Pandang Media Masa di Hotel Alana, Selasa (25/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.SLEMAN - Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS) dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DIY dalam upaya promosi pariwisata Kabupaten Sleman. 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih mengatakan ada lima pilar yang penting dalam mendorong promosi pariwisata, yaitu akademisi, businessman (pengusaha), community (komunitas), pemerintah, dan media.

Menurut dia, sinergitas kelima pilar tersebut harus berjalan.

Pandemi COVID-19 memang sangat memukul pariwisata Sleman.

Banyak obyek wisata dan usaha jasa pariwisata yang mati suri.

Satpol PP Sleman Ancam Tutup Tempat Hiburan Jika Masih Melanggar Jam Operasional

Dengan kehadiran media, baik elektronik maupun cetak, diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan publik dan membangkitkan ekonomi.

"Media elektronik maupun cetak memiliki fungsi edukasi dan kontrol sosial. Menyampaikan perkembangan COVID-19 secara berimbang, tetapi di sisi lain harus mengedukasi masyarakat agar taat protokol dan memberikan upaya pencegahan agar tidak terpapar," katanya dalam seminar terbatas Strategi Promosi Pariwisata Sleman Era New Normal dalam Sudut Pandang Media Massa di Hotel Alana, Selasa (25/08/2020).

"Dalam masa pandemi ini, komunikasi menjadi sangat penting. Peran media juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat agar tidak terjadi kepanikan. Sehingga kesehatan dan ekonomi bisa berjalan baik," sambungnya.

Fungsi media sebagai kontrol sosial salah satunya adalah mengontrol masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan.

Di bidang pariwisata, kontrol sosial bertujuan untuk membangun komitmen pelaku wisata agar menjamin keamanan pengunjung dan karyawan.

"Kami punya ceklis yang selalu kami bawa saat melakukan verifikasi destinasi wisata. Kami punya SOP yang harus dijalankan oleh pelaku wisata, kalau tidak dijalankan tentu kami berikan sanksi berupa penutupan sementara. Promosi pariwisata menitik beratkan pada komitmen pelaku usaha pariwisata,"ujarnya.

Wahana Wisata ATV Tawarkan Sensasi Petualangan Baru di Dusun Bronggang Sleman

Ketua PWI DIY, Suhono mengungkapkan berita pariwisata menjadi berita yang diminati oleh masyarakat.

Dalam kondisi saat ini, pelaku wisata perlu membuat inovasi agar sebuah destinasi memiliki daya tarik. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved