Breaking News:

Jawa

11 Ribu Pelaku UMKM di Klaten Ajukan Bansos Produktif ke Disdagkop dan UKM

Sebanyak 11 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Klaten mengajukan permohonan untuk mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) Prod

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana pendaftaran Bansos Produktif oleh pelaku UMKM ke Disdagkop dan UKM Klaten, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 11 ribu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Klaten mengajukan permohonan untuk mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) Produktif.

Para pelaku UMKM itu mengajukan permohonan ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM) setempat.

Pengajuan permohonan itu dilakukan selama tiga hari yakni, Selasa-Rabu (18-19/8/2020) yang lalu.

Kemudian diperpanjang selama satu hari yakni, Senin (24/8/2020) kemarin.

"Selama kita buka, total ada 11 ribu umkm yang mengajukan permohonan untuk mendaftar," ujar Kepala Disdagkop dan UKM Klaten, Bambang Sigit Sinugroho pada Tribunjogja.com, Selasa (25/8/2020).

Bupati Klaten Pantau Penyaluran Bansos Tahap III di Kelurahan Gergunung

Sebagaimana diketahui, Bansos Produktif ini merupakan program dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia.

Program ini berupa dana hibah modal kerja bagi pelaku UMKM sebesar Rp 2,4 juta per pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Bansos Produktif ini merupakan bantuan, bukan pinjaman.

Bantuan tunai ini jadi modal kerja buat usaha mikro dan bagian dari perluasan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bambang Sigit merinci, pada waktu perpanjangan penerimaan permohonan pelaku UMKM, Senin (24/8/2020) kemarin sebanyak 3 ribu pelaku UMKM di Klaten mengajukan permohonan.

"Iya, untuk kemarin ada 3 ribu permohonan yang masuk. Sisanya waktu awal pembukaan pada pekan lalu," ulasnya.

Subsidi Gaji Karyawan dan Bansos Produktif untuk UMKM Cair Pekan Ini

Selain itu, Bambang Sigit menambahkan, jika pengajuan untuk permohonan bansos produktif bagi pelaku UMKM tersebut juga telah ditutup mulai, Senin (24/8/2020) kemarin.

Ia pun mengaku tidak mengetahui berapa pelaku UMKM yang akan menerima Bansos Produktif tersebut karena tugas dari Disdagkop dan UKM Klaten hanya untuk menerima permohonan dan menginput data pemohon.

Sementara, pelaku UMKM yang akan menerima Bansos Produktif itu merupakan wewenang dari pemerintah pusat.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved