Breaking News:

Subsidi Gaji Karyawan dan Bansos Produktif untuk UMKM Cair Pekan Ini

Pekan ini pemerintah mulai mencairkan subsidi gaji karyawan dan bantuan sosial (Bansos) produktif kepada pengusaha mikro.

Editor: Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM – Pekan ini pemerintah mulai mencairkan subsidi gaji karyawan dan bantuan sosial (Bansos) produktif kepada pengusaha mikro.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, pencairan bantuan untuk kedua sektor tersebut bertujuan untuk mempercepat penyaluran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diharapkan dapat menolong ekonomi sebagian masyarakat yang selama ini terdampak pandemi virus Corona.

“Pemerintah mempercepat anggaran dua program baru selama sebulan ini akan diluncurkan pada minggu ini yaitu bantuan produktif dan subsidi gaji yang semuanya sudah disiapkan dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA),” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, seperti dilansir Kontan, Senin (24/8/2020).

Subsidi gaji yang diberikan sebesar Rp 600.000 selama empat bulan akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja. Syaratnya, memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan dan terdaftar dalam Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. 

Sedangkan untuk penerima Bansos produktif diberikan kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan. Program baru ini akan menyasar kepada 12 juta pengusaha mikro yang tidak sedang menerima kredit perbankan. 

Kedua program tersebut masuk dalam skup usulan baru dari program dukungan kepada sektoral, Kementerian/Lembaga (K/L), dan pemerintah daerah (Pemda) yang memiliki anggaran sebesar Rp 106,05 triliun. Namun, yang baru ada DIPA sebesar Rp 94,73 triliun. Sisanya, Rp 11,32 triliun belum ada DIPA.

Selain subsidi gaji dan Bansos produktif, untuk mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah juga mendorong dari sisi sektor pariwisata. Menkeu menyatakan, saat ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang mengusulkan beberapa daerah penerima hibah pariwisata.

Upaya percepatan selanjutnya, yakni pinjaman dari delapan daerah dengan anggaran sebesar Rp 12,25 triliun, bertujuan untuk menyokong ekonomi di daerah yang terdapak pandemi virus corona. 

“Agar seluruh anggaran Rp 106,05 triliun terserap dengan baik maka September-Desember 2020 rata-rata penyerapannya harus 11,2%,” kata Sri Mulyani.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved