Breaking News:

BREAKING NEWS : Balon Independen Tak Lolos Verifikasi Faktual, Gagal Ikut Pilkada Gunungkidul 2020

BREAKING NEWS : Balon Independen Tak Lolos Verifikasi Faktual, Gagal Ikut Pilkada Gunungkidul 2020

Tribunjogja/Alexander Ermando
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dua bakal pasangan calon (Bapaslon) Pilkada Gunungkidul dari jalur perseorangan dinyatakan tak lolos sebagai peserta.

Kepastian tersebut diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani menjelaskan keduanya dinyatakan tidak lolos berdasarkan hasil rapat pleno.

"Menurut hasil rekapitulasi verifikasi faktual dukungan hasil perbaikan, keduanya kami nyatakan tidak lolos ke Pilkada 2020," kata Hani dihubungi pada Minggu (23/08/2020).

Adapun Anton Supriyadi-Suparno dan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati merupakan dua bapaslon perseorangan tersebut.

Rekapitulasi yang dilakukan menunjukkan jumlah dukungan keduanya tidak memenuhi syarat minimal.

Setelah diverifikasi, pasangan Anton Supriyadi-Suparno memiliki 31.141 dukungan, sedangkan pasangan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati memiliki 22.747 dukungan.

Hasil Rapid Test : KPU Gunungkidul Pastikan 1.907 Petugas Coklit Aman dari COVID-19

Jelang Pilkada Serentak di DIY, Pemuda Pancasila Tegaskan Sikap Netral

Seluruhnya merupakan hasil verifikasi dukungan disertai perbaikan dari 18 kecamatan yang ada di Gunungkidul. Sesuai syarat, jumlah minimal yang harus dicapai adalah 45.443 dukungan.

"Mengingat keduanya tidak lolos persyaratan, keduanya juga tidak bisa mendaftarkan diri pada 4-6 September nanti," jelas Hani.

Rapat pleno di Kantor KPU Gunungkidul tersebut turut dihadiri kedua bapaslon perseorangan beserta tim masing-masing. Hadir pula pejabat dari Bawaslu Gunungkidul hingga PPK se-kabupaten.

Setelah hasil pleno diumumkan, kedua bapaslon perseorangan ini menolak menandatangani berita acara. Mereka keberatan dengan hasil rekapitulasi yang dilakukan.

Kelick Agung Nugroho mengatakan ada persepsi berbeda mengenai proses verifikasi faktual. Menurutnya, hal ini menyebabkan jumlah dukungan yang divalidasi berbeda menurut perhitungan masing-masing.

"Berdasarkan perhitungan kami, jumlah dukungan yang memenuhi syarat ada sebanyak 38.168 orang," kata Kelick.

Baik Kelick-Yayuk dan Anton-Suparno menyatakan akan mengajukan keberatan terkait hasil rekapitulasi ini.

Surat berisi pernyataan keberatan dari Kelick-Yayuk pun sudah dilayangkan ke Bawaslu Gunungkidul. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved